::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Apakah Perbedaan Shalat Malam dan Shalat Tahajud?

Senin, 17 Juni 2019 15:10 Bahtsul Masail

Bagikan

Apakah Perbedaan Shalat Malam dan Shalat Tahajud?
(Foto: @ibtimes)
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Redaksi NU Online, saya mau tanya terkait shalat malam atau qiyamul lail dan shalat tahajud. Apakah shalat malam itu adalah shalat tahajud, atau shalat malam berbeda dari shalat tahajud? Mohon keterangan mengenai hal ini. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (hamba Allah/Jakarta)

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Setiap ibadah memiliki keutamaan tersendiri, termasuk shalat malam, yaitu shalat tarawih, shalat witir, shalat sunnah mutlaq di malam hari, shalat tahajud, dan shalat lainnya yang dikerjakan di malam hari.

Berikut ini adalah salah satu dalil yang menyebutkan keutamaan shalat tahajud.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Artinya, “Pada sebagian malam, tahajudlah sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji,” (Surat Al-Isra ayat 79).

Lalu bagaimana dengan pertanyaan di atas, yaitu apakah perbedaan antara shalat malam dan shalat tahajud? Ataukah keduanya sama saja?

Rais Syuriyah PBNU 2010-2015 KH Afifuddin Muhajir sebagaimana dikutip dari islami.co pada artikel berjudul Perbedaan Shalat Malam dan Shalat Tahajud menjelaskan bahwa “Shalat malam adalah shalat sunnah yang dilakukan pada waktu malam, terhitung sejak selesainya shalat isya sampai terbit fajar, baik dilakukan sesudah tidur maupun sebelum tidur.”

Ia menyebut sejumlah contoh shalat malam, yaitu shalat tarawih, shalat witir, shalat hajat, shalat sunnah mutlaq (shalat sunnah yang tidak punya sebab dan tidak terikat dengan waktu) yang dilakukan pada waktu malam, dan seperti shalat sunnah rawatib (qabliyah-ba’diyah) yang tidak dilakukan pada waktunya kemudian diqadha pada waktu malam.

Adapun shalat tahajud, kata Kiai Afif, adalah shalat sunnah yang dilakukan sesudah tidur dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas. Beberapa macam shalat sunnah seperti tersebut di atas dengan sendirinya menjadi shalat tahajud apabila dilakukan setelah tidur.

Ia menyimpulkan bahwa shalat tahajud lebih khusus daripada shalat malam. Shalat tahajud sudah pasti shalat malam. Sedangkan shalat malam belum tentu shalat tahajud.

Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir ini sejalan dengan keterangan Syekh M Nawawi Banten terkait shalat malam dan shalat tahajud.

والنفل المطلق بالليل أفضل منه بالنهار ومن النفل المطلق قيام الليل وإذا كان بعد نوم ولو في وقت المغرب وبعد فعل العشاء تقديما يسمى تهجدا

Artinya, “Shalat sunnah mutlak di malam hari lebih utama daripada shalat sunnah mutlak di siang hari. Salah satu shalat sunnah mutlak adalah shalat qiyamul lail. Bila qiyamul lail dilakukan setelah tidur, sekalipun hanya tidur di waktu maghrib atau setelah shalat Isya yang ditaqdim dengan maghrib, maka shalat malam itu disebut tahajud,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2002 M/1422 H], halaman 113).

Dari sejumlah keterangan ini kita dapat menarik simpulan bahwa shalat tahajud adalah bagian dari shalat malam. Sedangkan shalat malam tidak hanya tahajud. Shalat tahajud adalah shalat sunnah mutlak pada malam hari yang didahului oleh tidur sebelumnya. Jumlah rakaat shalat tahajud tidak terbatas.

Demikian jawaban kami, semoga dipahami dengan baik. Demikian jawaban singkat ini. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)