::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Guru Besar UIN Jakarta: Kualitas Lebih Utama daripada Kuantitas

Selasa, 18 Juni 2019 18:45 Nasional

Bagikan

Guru Besar UIN Jakarta: Kualitas Lebih Utama daripada Kuantitas
Kuliah Umum di UNU Mataram NTB
Mataram, NU Online
Guru Besar Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta KH Abdul Mujib  menyampaikan bahwa pendidikan ke jenjang lebih tinggi banyak mengartikan dalam rangka menambah ilmu, padahal sesungguhnya pendidikan menurutnya untuk mengurangi kebodohan. 

"Kuantitas banyak tapi tidak berkualitas tidak baik, namun sebaliknya sedikit tapi berkualitas jauh lebih efektif dan bermanfaat," katanya.

Hal itu disampaikan pada saat memberi kuliah umum dengan tema Menuju Competitive Advantage Sarjana NU Era Revolusi Industri 4.0  di Aula Utama Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) Jalan Pendidikan no 6 kota Mataram, Selasa (18/06).

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang bukan semata mata karena memiliki intelektual tapi juga memiliki kecerdasan emosional yang baik. "70% kesuksesan seseorang ditentukan dengan kecerdasan emosional," jelasnya di hadapan ratusan dosen dan mahasiswa UNU NTB.

Dirinya memotivasi mahasiswa UNU NTB dengan beberapa tips agar sukses di usia muda sebagaimana dirinya yang profesor di waktu yang usianya belum  40 tahun. 

Menurutnya, mahasiswa harus punya target yang jelas, misalnya mulai dari kuliah tepat waktu. Menjadi wisudawan terbaik atau minimal cumlaude dan memiliki relasi. "Bukan untuk sombong, tapi untuk memotivasi agar memiliki daya saing," jelasnya. 

Di akhir materi juga dibuka sesi tanya jawab dan para peserta tampak antusias. Seperti halnya yang disampaikan Hendra Sastrawan mahasiswa Teknik Lingkungan semeter 4 yang menanyakan apa strategi mengembangkan potensi dan emosi.

Hal berbeda ditanyakan oleh Ketua Komisariat PMII Universitas Mataram (URAM) Mustain Nasrullah misalnya yang menanyakan tentang bagaimana cara menghadapi kemajuan teknologi khusus di era industri 4.0.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) NTB Murahati alumni Fakultas Hukum Universitas Mataram menanyakan bagaimana cara memfokuskan konsentrasi target hidup secara psikologis. 

Sedangkan dari Mahasiswa UIN Mataram Ita Lestari yang juga Pengurus Cabang Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN NU) Lombok Barat menanyakan bagaimana cara mengatasi ketergantungan kita dari kemajuan teknologi.

Hadir di acara kuliah umum UNU Mataram Katib PWNU NTB TGH Adi Fadli, Rektor UNU NTB Baiq Mulianah yang didampingi Wakil Rektor III H Irpan Suriadiata serta civitas akademikanya. 

Selain itu Ketua PW LTN NU NTB Suaeb Qury yang juga penulis produktif di NTB juga tampak hadir dan ratusan mahasiswa UNU NTB dan perwakilan mahasiswa PTS/PTN yang ada di kota Mataram. (Hadi/Muiz)