::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PC PMII Pertanyakan Hasil Kunjungan Bupati Bojonegoro ke Inggris

Rabu, 19 Juni 2019 22:00 Daerah

Bagikan

PC PMII Pertanyakan Hasil Kunjungan Bupati Bojonegoro ke Inggris
Ketua PC PMII Bojonegoro M. Nur Hayan
Bojonegoro, NU Online
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mempertanyakan hasil kunjungan Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah ke Inggris pada 11 Juni 2019 lalu.

Kunjungan bupati sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat karena telah menyedot anggaran yang tinggi yakni hampir Rp 1 Miliar. Bupati berkunjung ke Negeri Ratu Elizabeth ini bersama rombongan yang terdiri dari suaminya Ali Duppa, Pj Sekda Yayan Rohman, Kepala Badan Pendapatan Daerah Hery Sudjarwo, dan Sekpri bupati Rochmad Sholeh Farhoki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan berangkat ke Inggris untuk menghadiri undangan Young Indonesian Professionals Association (YIPA) yang bertema Investment Promotion in Oil & Gas Opportunities within Bojonegoro dan Tourism Promotion - Be in Bojonegoro. Rombongan dijadwalkan kembali ke Kota Ledre tanggal 18 Juni 2019.

Ketua PC PMII Kabupaten Bojonegoro M. Nur Hayan mengungkapkan, keberangkatan ke Inggris ini sudah dijelaskan oleh Humas Pemkab Bojonegoro. Namun hal ini masih belum bisa meyakinkan publik terutama PMII lantaran tidak ada bukti yang jelas tentang kunjungan ini.

"Sehingga Bupati harus memberikan kejelasan kepada publik, pascapulang dari Inggris. Termasuk hasil yang bisa diterapkan di Bojonegoro," pintanya, Rabu (19/6).

Hayan menyebut, jangan sampai perjalanan ke luar negeri dengan biaya yang tak sedikit tidak memberikan dampak positif bagi daerah. Jika kunjungan ini tidak strategis malah justru menghabiskan keuangan negera yang sebenarnya bisa dianggarkan untuk hal lain.

Kunjungan tersebut juga harus mampu membuat percepatan pembangunan daerah sehingga mampu mengangkat derajat hidup masyarakat Bojonegoro. Hasil dari kunjungan tersebut juga harus bisa dirasakan oleh semuanya.

"Uang itu lebih baik digunakan membangun perekonomian masyarakat di desa-desa yang kondisi hidupnya masih di bawah rata-rata. Bisa juga menyelesaikan janji yang sebelumnya disampaikan saat kampanye dahulu," sebutnya.

Ditandaskan Hayan, sepulangnya dari Inggris, bupati harus menyampaikan ke masyarakat mengenai hasil kunjunganya ke Inggris. "Kita lihat saja, bagaimana sepulangnya dari Inggris," tandasnya. (M. Yazid/Muhammad Faizin)