::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Zulfa Keliling Jakut Beri Pemahaman tentang NU

Ahad, 23 Juni 2019 15:45 Nasional

Bagikan

Kiai Zulfa Keliling Jakut Beri Pemahaman tentang NU
Kiai Zulfa Musthafa (diapit Banser) pada Halal bi Halal NU Jakut (23/6)
Jakarta, NU Online
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Zulfa Musthafa menceritakan tentang dirinya yang beberapa bulan kemarin pada awal 2019 berkeliling ke kelurahan-kelurahan di Jakarta Utara. Ia berkeliling mengisi halaqah Ahlussunnah wal Jamaah untuk memberikan pemahaman yang benar kepada Nahdliyin tentang NU.

Halaqah keliling yang setidaknya dilakukan dalam waktu dua bulan itu karena dalam pengamatannya banyak Nahdliyin yang mengenal NU hanya dari sisi amaliah, seperti praktik membaca Qunut dalam Shalat Subuh, Tahlilan, dan Maulidan. Sementara tentang cara berpikir NU, mereka tidak memahaminya, sehingga membuat mereka  menjauhi tokoh-tokoh NU. Atas kondisi tersebut, ia mengaku prihatin.

"Kadang-kadang mereka ini tidak paham cara berpikir NU, bahkan kadang-kadang ada yang menganggumi orang-orang yang justru mem-bully tokoh-tokoh NU," kata Kiai Zulfa saat memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal dan Syukuran warga NU di Hotel Sunlake Jakarta Utara, Ahad (23/6).

Menurut Kiai Zulfa, di antara penyebab Nahdliyin mem-bully tokoh-tokoh NU tidak lepasa dari peristiwa pilpres dan terpengaruh oleh informasi dari media sosial tanpa dikonfirmasi terlebih dahulu kebenarannya. Seperti istilah Islam Nusantara yang disalahpahami karena menganggap akan mengubah salam ‘Assalamualaikum’ dengan ‘selamat pagi’ atau mengganti kitab suci Al-Qur’an dengan Pancasila.

Islam Nusantara merupakan tipologi atau karakteristik dari ekspresi keislaman yang dipraktikkan umat Islam di Nusantara, yakni Islam yang mengakomodir praktik kebudayaan yang tidak bertentangan dengan syariat. Ia bukan mazhab, apalagi agama baru.

Seusai memberikan pemahaman kepada nahdliyin, ia bersyukur setelah mengikuti halaqah tersebut, nahdliyin tersebut kembali mencintai NU.

"Alhamdulillah yang tadinya mungkin tidak paham NU, setelah dijelaskan tentang NU itu seperti apa, mereka alhamdulillah kenal NU dan bahkan mencintai NU," ucapnya.

Hadir pada acara ini Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wasekjen PBNU H Ulil Abshar Hadrawi, Kakanwil Kementerian Agama DKI Jakarta H Saiful Mujab, Ketua Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim, Polres Jakarta Utara, pengurus NU Jakarta Utara, dan pengurus MWC NU se-Jakarta Utara. 

Selain itu, penyanyi religi yang sedang naik daun, Veve Zulfikar hadir bersama ayahnya, Ustadz Zulfikar untuk meramaikan acara tersebut. Sejumlah lantunan shalawat, seperti lagu Assalamu'alayka, Ya Nabi Salam Alaika, Deen Assalam, dan Qomarun pun menjadi sajian pembukanya. (Husni Sahal)