::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Lampung Luncurkan Buku Ustadz Miring Kampung Kami

Kamis, 27 Juni 2019 18:30 Daerah

Bagikan

NU Lampung Luncurkan Buku Ustadz Miring Kampung Kami
Bandar Lampung, NU Online
Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) NU Lampung kembali menerbitkan sebuah buku. Kali ini, buku yang diterbitkan adalah fiksi, yaitu kumpulan cerpen yang bernuansa religi.
 
Sekretaris PW LTN PWNU Lampung, Sunarto, mengatakan, buku tersebut berisi 27 cerita pendek dengan berbagai tema, namun berlatar pesantren, madrasah, dan suasana mengaji di kampung. "Buku ini memuat beragam tema, seperti percintaan, problem rumah tangga, maupun konflik kehidupan," katanya, Kamis (27/6).
 
Sunarto mengungkapkan, buku ini adalah kumpulan cerpen pilihan, karena merupakan hasil seleksi dari lomba cerpen tingkat nasional yang digelar oleh PW LTNNU Lampung beberapa waktu lalu.
 
Proses seleksi itupun melibatkan tiga juri yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu
jurnalis dan budayawan Udo Karzi, cerpenis Arman AZ, dan sekretaris yayasan pondok pesantren Al-Hikmah, Bandar Lampung, Idhan Djanuwardhana. Sedangkan editor buku ini adalah Ila Fadilasari, mantan jurnalis, yang pernah menjadi Ketua PW LTNNU Lampung, masa khidmah 2013 hingga 2017.
 
Di antara cerpen dalam buku tersebut adalah Sepatah Kata yang Hilang Dilalap Api karya Adam Yudisthira dari Sumatera Selatan). Juga ada Sandal Keramat Kiai Khidir karangan Riqqi Ramadan dari Sumenep sebagai juara dua. Juga Gus Walid buah karya Azri Zakkiyah dari Jawa Timur, 

Juga ada Ustaz Miring Kampung Kami yang dibuat Agus Kurniawan dari Lampung, juga Pak Serdam karangan Rizki Andika dari Jawa Barat. Demikian pula Kanan Mati Karena Tak Mau Naik Perahu karya Agus Salim dari Sumenep dan masih banyak lagi.
 
Sunarto yang juga ketua penerbitan PW LTNNU Lampung itu menambahkan, buku yang terbit pada Mei 2019 diharapkan dapat menjadi bacaan selingan di antara berita politik yang menghangat belakangan ini. 

"Semoga karya para penulis ini bermanfaat bagi pecinta dunia literasi, khususnya di bidang sastra yang bernuansa Islam karena membaca buku ini sangat mengasyikkan, banyak tulisan yang dikemas secara menarik dan ending yang tak diduga," katanya semabri promosi.
 
Sebelumnya, PW LTNNU Lampung sudah menerbitkan sejumlah buku, di antaranya NU Mengawal Perubahan Zaman, dan Santri dan Pendidikan Politik. 

LTNNU adalah lembaga yang membidangi publikasi, riset, dan penerbitan buku di organisasi NU. (Ibnu Nawawi)