::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Masjid An-Nahdlah PBNU Gelar Istighotsah untuk Keselamatan Bangsa

Kamis, 27 Juni 2019 19:45 Nasional

Bagikan

Masjid An-Nahdlah PBNU Gelar Istighotsah untuk Keselamatan Bangsa
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Istighotsah dan doa bersama di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (27/6) sore.  Kegiatan dilaksanakan untuk keselamatan bangsa dan negara menjelang keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2019.

Pengajian dipimpin oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), H Ahmad Syatiri. Pengajian dimulai dengan pembacaan tahlil dilanjutkan dengan pembacaan surat yaasin. Hadir pada kegiatan itu ratusan jamaah NU. 

Kegiatan istighotsah berjalan khidmat seluruh peserta terlihat antusias dan khusyu mengikuti seluruh rangkaian acara. Dalam kegiatan tersebut, PBNU berharap tidak ada perpecahan pasca-pengumuman hasil sidang di MK malam hari ini. 

“Ya Allah segala puji bagi-MU yang menjadikan kami bhinneka tunggal ika, ya Allah segala puji bagi-Mu yang telah menjadikan kami bebas merdeka berpeluang memilih sendiri pemimpin yang kami rasa lebih dekat kepada kami,” kata H Syatiri dalam lantunan doanya. 

Ia juga meminta kepada Allah agar masyarakat Indonesia dihindarkan dari hoaks dan fenomena lain yang mengancam persatuan bangsa. Serta meminta agar menyadarkan masyarakat jika masih suka mencaci dan memaki antaranak bangsa. 

Sebelumnya, menjelang putusan Mahkamah Konstitusi, PBNU menginstruksikan seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus Lembaga dan Pengurus Badan Otonom NU se-Indonesia untuk melakukan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.   

Instruksi tersebut tertuang pada surat edaran nomor 3570/C.I.34/06/2019 yang ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dan Sekjend PBNU, H A. Helmy Faishal Zaini. 

Surat yang dikeluarkan per-tanggal 26 Juni 2019 itu berisi inturksi kepada kader Nahdlatul Ulama untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara di Mushola, Masjid, Pesantren dan tempat terbuka yang memadai oleh masing masing pengurus NU di daerah pada Kamis-Jum’at, (27-28/6). 

Selanjutnya, PBNU meminta waktu pelaksanaan dilakukan pukul 05.00 pagi hari sampai dengan selesai dengan melibatkan kalangan Pondok Pesantren dan warga NU di daerah masing masing. 

Mahkamah Konstitusi (MK) mempercepat jadwal sidang pleno pengucapan putusan sengketa hasil Pilpres 2019. Awalnya, sidang pengucapan putusan akan digelar pada Jumat (28/6). Namun, berdasarkan rapat Majelis Hakim, sidang dipercepat satu hari menjadi Kamis (27/6) hari ini. 

Informasi ini-pun mengakibatkan suasana dinamika kebangsaan kembali menuai pro dan kontra. Meski jumlah yang kontra terbilang minim, namun, masih ada kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan menjurus pada perpecahan. 

PBNU berharap semua dinamika berjalan dengan baik dan tidak berdampak terhadap kerukunan dan persatuan sesama anak bangsa. PBNU menilai yang lebih penting dari diamika tersebut adalah membangun bangsa menjadi negara yang maju dan berperadaban. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)