::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ulama Kyrgiztan Hadiri Wisuda PAUD Al-Kautsar Bogor

Ahad, 30 Juni 2019 11:00 Daerah

Bagikan

Ulama Kyrgiztan Hadiri Wisuda PAUD Al-Kautsar Bogor
Wisuda PAUD Al-Kaitsar, Rabu (26/6).
Jakarta, NU Online
Pendidikan Anak Sekolah Dini (PAUD) Al-Kautsar sebagai bagian dari Yayasan Al-Ittihad Al Islami Citayam, Bogor, Jawa Barat mengadakan wisuda pada Rabu (26/6) lalu. Ada yang istimewa pada pelepasan siswa yang diikuti 40 siswa ini, yakni hadirnya Syekh Abdumazhid Isomudinov dari Kyrgiztan.

Ulama yang di negaranya juga sebagai dosen dan mempunyai lembaga pendidikan itu menceritakan kekagumannya akan budaya Indonesia. "Selain itu, beliau juga banyak bertanya mengenai hakikat NU, mulai dari Banser sampai peci Nasional," kata aktivis NU Bogor Ustadz Abdul Hakim Hasan, Ahad (30/6).

Menurut Ustadz Hakim, selain menghadiri wisuda siswa PAUD Al Kautsar, Syekh Abdumazhid Isomudinov juga bersilaturahim ke beberapa lembaga NU di Bogor. Pada acara pelepasan siswa tersebut, kata Ustadz Hadi, Syekh Abdumazhid menerima mushaf Al-Qur'an dan bendera Nahdlatul Ulama.

"Mushaf Al-Qur'an dan bendera NU diserahkan oleh H Agus Riadi mewakili PCNU Bogor. Hadiah tersebut sebagai simbolisasi kenang-kenangan, tanda tali silaturahim untuk saudara Muslim di Kyrgistan dari Indonesia," lanjutnya.

Penyerahan disaksikan oleh pengurus Pergunu Kota Depok dan Bogor yang juga hadir pada kesempatan itu.

Sementara itu, Ustadz Hadi Hasan, dalam sambutanya mewakili yayasan pada kesempatan itu mengatakan lingkungan sekolah tentulah berbeda dengan lingkungan keluarga dan lingkungan rumah. Si kecil mungkin terbiasa mengantri di rumah, misalnya bergantian mainan dengan saudara sepupu  Namun di sekolah, ia akan menghadapi lebih banyak orang dengan karakter yang lebih bervariasi pula.

Begitulah salah satu yang ingin ditanamkan dalam dunia pendidikan, menanamkan karakter kepada peserta didik usia dini (PAUD), mengajarkan akhlak dan kebiasaan yang baik di sekolah untuk diterapkan di rumah dan masyarakat. 

"Cita-cita tersebut juga yang ingin dicapai Yayasan Al Ittihad Al Islami Citayam melalui unit PAUD Al Kautsar yang melepas siswa-siswi santri yang telah menyelesaikan program PAUD," katanya.

Ustadz Hadi Hasan, juga mengatakan harapannya semoga anak-anak yang telah lulus PAUD menjadi shaleh dan shalehah. "Menjadi penerus dan pejuang seperti para alim ulama Nahdliyah yang jasa-jasanya sudah terukir dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," ujar Ustadz Hadi Hasan.

Menurutnya, kita harus cinta kepada alim ulama dengan menitipkan anak-anaknya di lembaga pendidikan, sekolah, majlis taklim yang benar-benar jelas siapa gurunya, siapa ustadznya. Dewasa ini menjadi kekhawatiran banyak orang jika sampai menaruh anak di sekolah yang salah, di mana terkadang anak-anak diajarkan untuk membenci kepada seseorang, diajarkan anti-baca Maulid, Tahlil, ziarah kubur.

"Apakah Bapak Ibu sekalian ridha kalau anaknya lulus dari sebuah sekolah lantas mereka malah membenci karena amaliah kita, Bapak Ibu sekalian ketika meninggal dunia, apa tidak mau dibacakan Yasin, Tahlil," tukas Ustadz Hadi.

Menurut Ustadz Hadi, hal inilah yang banyak terjadi. Apabila salah kita memasukkan anak ke lembaga pendidikan yang tidak berhaluan dengan Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah, maka itu akan menjadi bahaya. 

H Agus Riadi menambahkan anak-anak sejak usia dini harus diajarkan cinta kepada ulama. "Ajari dan perkenalkan mereka akan shalawat, cinta kepada Nabi, ulama dan para pejuang khususnya Nahdliyin," ujarnya.

Menurut Agus Riadi, sejak zaman sebelum kemerdekaan, kita adalah bangsa yang sangat mencintai para ulama. Sebagai contoh, Soekarno saat diundang ke Uni Soviet oleh Michael Gorbachev meminta syarat, yaitu temukan dan bangun makam Imam Bukhari.

"Karena beliau (Presiden Soekarno) sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia," ujar H Agus.

Pada wisuda tersebut hadir pula mewakili Himpuna PAUD Indonesia Bunda Umi, jajaran pengurus LTM NU, LTN NU Kab Bogor, LDNU Kabupaten Bogor, dan segenap Ansor Banser yang mengamankan berjalannya acara dari pagi hingga siang hari. Acara ditutup doa oleh Ustadz Muhammad Darwis. (Kendi Setiawan)