::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LBM NU dan Alumni Santri Lirboyo di Sumut Tradisikan Budaya NU

Rabu, 03 Juli 2019 05:00 Daerah

Bagikan

LBM NU dan Alumni Santri Lirboyo di Sumut Tradisikan Budaya NU
Silaturahim LBM NU dan Himasal, Selasa (2/7).
Simalungun, NU Online
Pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Sumatera Utara bekerjasama dengan Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Wilayah Sumatera Utara mengadakan halal bi halal di Kabupaten Simalungun, Selasa (2/7).

Ketua LBM PWNU Sumut Munandar mengatakan, dalam silaturahmi dan halal bi halal ini mengundang beberapa pengurus PCNU kabupaten/kota dan alumni-alumni pesantren. Tujuannya untuk membangun kebersamaan dalam menjaga dan mentradisikan budaya ke-NU-an dengan kajian kitab kuningnya.

"Karena NU tidak akan terlepas dengan kajian kitab kuningnya," ucapnya dalam acara yang berlangsung di Madrasah Diniyah Uswatun Hasanah, Rintis 7 Balimbingan.

Menurut Munandar, dalam waktu lebih kurang setahun ke depan, diharapkan setiap cabang PCNU kabupaten/kota se-Sumatera Utara mempunyai LBM yang mampu bekerjasama dengan LBM PWNU dalam menyelesaikan masalah keagamaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat Sumatera Utara.

"LBM NU harus menjadi wadah santri yang mempunyai kompetensi dalam kajian agama sebagai upaya merespons permasalahan agama yang muncul di masyarakat," ujarnya.

Munandar berpendapat, orang-orang LBM NU adalah santri. Sebagai santri yang lazimnya dibekali ilmu dari pesantrennya, santri harus menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan masalah-masalah agama yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu mewakili Ketua PCNU Simalungun Asrul Azwan Sirait mengatakan ormas Islam terbesar di Indonesia adalah NU. Asrul bercerita, NU sebagai organisasi yang mempunyai karakter tawasuth jangan sampai bersikap liberal dan juga jangan bersikap radikal.  

"Dalam NU tidak bernah mengajarkan faham liberal apalagi radikal. NU itu bersifat modernis sesuai dengan karakter ke-NU-an yaitu tawasuth, tidak pernah condong ke radikal dan tidak pula ke liberal," ujarnya.

Untuk itu, kata Asrul, agar LBM NU dapat diterima, hasil keputusan bahtsul-nya oleh masyarakat luas, sikap tawasuth diperlukan.

Tokoh masyarakat Binjai sekaligus perwakilan dari Pengurus Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Rahmat Nasution mengatakan dirinya bangga menjadi warga NU di Sumut ini.

"Orang NU tidak hanya berbicara saja tentang NU tapi segala bentuk harakahnya harus mencerminkan ke-NU-an. Banyak orang yang mengaku NU tapi harakahnya tidak mencerminkan ke-NU-an," ungkapnya.

Ia meminta agar jangan mau tergoda dan terpengaruh oleh oknum-oknum yang akan menghancurkan NU. "Kita pupuk persaudaraan dan keharmonisan antarasesama agar kita mendapat keadulatan sehingga Sumut ini tetap kondusif," tegasnya.

Turut hadir, mewakili PCNU Serdang Bedagai Sunarto, Ketua PC Ansor Simalungun Agus Susanto dan undangan lainnya. (Ismail Nasution/Kendi Setiawan)