::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alumni IPNU Dorong Kedepankan Dialog dalam Atasi Masalah Kebangsaan

Rabu, 10 Juli 2019 00:30 Nasional

Bagikan

Alumni IPNU Dorong Kedepankan Dialog dalam Atasi Masalah Kebangsaan
Jakarta, NU Online

Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA-IPNU) menekankan pentingnya mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai masalah kebangsaan. Rekomendasi itu dihasilkan dalam forum Halaqah dan Silaturahim Nasional (Silatnas) ke-8 beberapa waktu lalu di Gedung Negara, Sumedang, Jawa Barat.

“Seluruh anggota dan Alumni IPNU siap mempromosikan Islam yang ramah, toleran, mengedepankan dialog dengan seluruh elemen bangsa dan mempromosikan Islam yang damai bagi seisi alam," kata Presidium MA-IPNU, Hilmi Muhammadiyah melalui keterangan yang diterima NU Online, Selasa (9/7). 

Forum yang diikuti alumni IPNU dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi ini menekankan pentingnya kehidupan berbangsa yang bersandar pada tiga landasan persaudaraan (ukhuwah), yakni: ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam ikatan kebangsaan), ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia).

Selama forum berlangsung, alumni IPNU menganggap penting bagi warga NU untuk memaksimalkan potensi keuangan dan filantropi Islam melalui lembaga LAZISNU di berbagai wilayah. “Mendorong Alumni IPNU untuk mengefektifkan Lembaga Amil Zakat NU (LAZISNU) dalam upaya mengefektifkan pemberdayaan ekonomi umat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Hilmi juga menyampaikan masukan kepada Presiden Jokowi untuk memperhatikan kualitas kepemimpinan calon pembantu yang akan dipilihnya dalam pemerintahan yang akan datang baik di kementerian atau lembaga pemerintahan. Menurutnya unsur kepemimpinan dan ideologi yang toleran perlu diperhatikan.

“Agar dalam menyusun kabinet kerja memperhatikan kader muda dan yang jelas ideologi kebangsaan ke-Indonesiaan dalam bingkai NKRI,” lanjutnya.

Sebagai sebuah organisasi yang telah melatih ribuan kader muda yang berideologi Islam ramah, ia mengatakan bahwa organisasinya akan mendukung pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin secara utuh. Ia juga mengaku akan menyiapkan kader terbaik yang memiliki jiwa kepemimpinan dan profesional tinggi jika diperlukan. 

Dalam acara itu, hadir beberapa alumni IPNU antara lain Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Wakil Ketua MUI KH Zainut Tauhid Saadi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Blora Jateng Arif Rohman dan Deputi Kepemudaan Kemenpora Asrorun Niam Sholeh. (Red: Ahmad Rozali)