::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pesantren Pagelaran III Adakan Haul Kakek Ridwan Kamil

Jumat, 12 Juli 2019 10:00 Daerah

Bagikan

Pesantren Pagelaran III Adakan Haul Kakek Ridwan Kamil
foto: ilustrasi
Subang, NU Online
Pesantren Pagelaran III dalam waktu dekat akan menggelar haul sang pendiri, KH Muhyidin bin Arif atau dikenal dengan Mama Pagelaran. 

Peringatan haul akan dilaksanakan di Pesantren Pagelaran III Gardusayang Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat pada Ahad (22/7) pagi hingga selesai dengan menghadirkan Pengasuh Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek Cirebon, KH Mustofa Aqil Siroj.

Dalam perjalanannya, Kakek Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat, red) dari jalur ayah itu sering berpindah tempat karena sering berurusan dengan Kolonial Belanda penyebabnya tiada lain adalah Mama Pagelaran merupakan salah satu panglima Hizbullah di Jawa Barat. 

Salah seorang pengurus Pesantren Pagelaran III, Afif Nurseha menceritakan sejarah singkat perjalanan Mama Pagelaran yang mulanya berasal dari Garut, atas undangan Bupati Sumedang ia mendirikan pesantren di Cimalaka pada tahun 1910, sampai kini pesantren tersebut dikenal dengan Pesantren Cimalaka.

"Karena merasa terancam oleh Belanda, sepuluh tahun kemudian beliau bergeser ke Subang tepatnya di Desa Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, disana beliau mendirikan Pesantren Pagelaran I, tempat ini sekaligus menjadi Markas Tentara Hizbullah," tambah Afif di kediamannya, Cisalak. Kamis (11/7)

Usai Indonesia merdeka, lanjut Afif, Mama Pagelaran masih harus berjuang menghadapi teror dan ancaman dari kelompok yang sering disebut 'gerombolan' yang tidak segan menyiksa dan membunuh, Mama Pagelaran masih beruntung bisa selamat karena yang lain banyak yang tewas oleh kelompok 'gerombolan' ini. 

"Karena kondisinya sudah tidak aman, pada tahun 1950 Mama Pagelaran kembali ke Sumedang tepatnya di daerah Kaum dan mendirikan Pesantren Pagelaran II," ujar Pengurus GP Ansor Subang ini.

Afif melanjutkan, 12 tahun kemudian tepatnya tahun 1962 Mama Pagelaran diminta oleh masyarakat Gardusayang Kecamatan Cisalak, Subang untuk menyebarkan agama Islam di sana, Mama Pagelaran setuju dan didirikanlah Pesantren Pagelaran III.

"Mama Pagelaran wafat pada tahun 1973 dan para dzuriyahnya masih terus melanjutkan perjuangan beliau, sampai saat ini Pesantren Pagelaran ada 8 mulai dari Pagelaran I sampai Pagelaran VIII," tukasnya. (Aiz Luthfi/Muiz)