::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sekretaris LAZISNU Jember Kenalkan Islam Moderat di Eropa

Jumat, 12 Juli 2019 11:30 Daerah

Bagikan

Sekretaris LAZISNU Jember Kenalkan Islam Moderat di Eropa
Rosyid duduk nomo rdua dari kanan (pakai kopiah)

Jember, NU Online
 Achmad Fathor Rosyid, namanya. Nahdliyin Jember patut berbangga pada sosok muda yang satu ini. Pasalnya, Sekretaris LAZISNU Jember ini merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang terpilih untuk mengikuti program PROM Summer School for PhD Student di Wroclaw University of Economics, Polandia. Ia berhasil menyisihkan puluhan dosen dari penjuru tanah air berkat proposal penelitiannya yang sedang dipersiapkan untuk disertasi program doctoral di Pascasarjana Ilmu Administrasi Universitas Jember. Di Polandia, Rosyid akan berbaur dengan 17   peneliti dari 17 negara yang lolos seleksi mendapat beasiswa dari Wroclaw University of Economics Polandia yang bekerjasama dengan European Union tersebut.

“Alhamdulillah, saya lolos. Akan saya pergunakan ajang tersebut untuk memperkenalkan Islam wasathiyah (moderat), Islam Nusantara di Eropa sana,” tukasnya di sela-sela pelepasannya di gedung Fakultas Dakwah IAIN Jember, Kamis (11/7).

Menurut Rosyid, proposal penelitiannya tentang konsep kepemimpinan spiritual pesantren dalam membangun dan mengenalkan nilai-nilai Islam, di mata  tim seleksi cukup menarik. Nilai-nilai Islam moderat yang mampu dikolaborasikan secara positif dalam membangun budaya organisasi dengan kondisi kekinian di Indonesia, merupakan point tersendiri.

”Para kiai  dan pengasuh pesantren banyak yang berhasil mewarnai Islam di Indonesia menjadi budaya yang moderat, tidak kaku, tidak ekstrem dan tidak gampang menyalahkan ataupun menghakimi seseorang dengan hukum agama yang menakutkan. Mereka sepertinya cukup tertarik dengan kajian penelitian ini,” paparnya.

Hal tersebut agak berseberangan dengan pandangan umum orang Barat terkait nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, yang terkesan intoleran dan penuh kekerasan sebagaimana yang sering mereka lihat di negara-negara Timur Tengah.

”Karena itu, program ini juga akan saya jadikan sarana untuk mengenalkan Islam Nusantara yang ramah dan mengedepankan konsep rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (Prodi PMI) Fakultas Dakwah IAIN Jember itu beragkat hari ini (Jumat, 12/7) melalui bandara internasional  Ngurah Rai, Bali. Pria asal Ajung ini akan berada di Polandia selama satu setengah bulan kedepan untuk mengikuti program tersebut. (Aryudi AR)