::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Makna di Balik Perubahan Moto Madrasah Menjadi 'Madrasah Hebat Bermartabat'

Jumat, 12 Juli 2019 15:00 Daerah

Bagikan

Makna di Balik Perubahan Moto Madrasah Menjadi 'Madrasah Hebat Bermartabat'
Moto Madrasah (ist.)
Pringsewu, NU Online
Perubahan moto madrasah dari "Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah" menjadi "Madrasah Hebat Bermartabat" bukan tanpa alasan. Perubahan ini menunjukkan bahwa moto pertama sudah tercapai, yang ditunjukkan dengan fakta bahwa madrasah saat ini sudah menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendidik putra-putrinya.

Untuk meningkatkan motivasi seluruh elemen madrasah maka peningkatan ini diwujudkan dengan moto yang mencakup capaian selanjutnya yakni hebat dan bermartabat.

"Madrasah hebat adalah madrasah yang memiliki keunikan, maju, dan berbeda dengan sekolah umum," jelas Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Pringsewu, Lampung H Almadi, Jumat (12/7).

Keunikan dan kelebihan inilah yang saat ini menjadi titik tekan pengembangan madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI. Dan ini menurutnya sudah diaplikasikan di Provinsi Lampung.

"Saat ini madrasah di Lampung sudah memiliki keunikan dan kelebihan di bidang tahfidz yang dicanangkan oleh Kementerian Agama Provinsi Lampung. Selain itu di berbagai madrasah juga ada pengembangan diri lain yang terus dilakukan di antaranya di MAN 1 Pringsewu ini akan memulai pengembangan diri desain grafis," jelasnya.

Keunikan dan kelebihan madrasah ini lanjutnya harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat, lingkungan dan daya dukung sarana serta prasarana yang dimiliki.

Selain itu lanjutnya, MAN 1 Pringsewu juga akan mewujudkan madrasah hebat dengan membuat satu kelas unggulan pada tahun ajaran 2019-2020 ini. Kelas ini akan diisi oleh siswa-siswi unggul dan berprestasi melalui seleksi ketat.

"Kita penuhi sarana dan prasarana dengan beberapa jam tambahan dan diproyeksikan kelas inilah yang akan mampu menaikkan kelebihan dan keunikan MAN 1 Pringsewu sehingga memiliki nilai jual," katanya.

Almadi mengibaratkan pendidikan seperti sebuah trisula atau tombak yang tajam diujungnya. Ketika ujung tombak menancap dengan baik maka seluruh batang tombak pun akan ikut serta kokoh tertancap.

"Tidak semua input siswa di madrasah bagus. Namun jika ada beberapa yang unggul dan memang kita asah dengan serius, maka mereka akan mengangkat nama baik madrasah untuk lebih mengukuhkan bahwa madrasah memang hebat dan bermartabat," tegasnya.

Semua ini menurutnya perlu komitmen serius dari elemen madrasah dan sebenarnya bisa dilakukan walau dengan anggaraan yang tidak besar. Kedisiplinan, profesionalisme, kebersihan, dan akhlakul karimah bisa menjadi identitas sebuah madrasah tanpa mengeluarkan biaya besar, asal bisa dilaksanakan bersama dengan konsisten oleh elemen madrasah. (Muhammad Faizin)