::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Perkumpulan Pengusaha Nahdliyin Akan Beri Banyak Manfaat bagi Masyarakat

Jumat, 12 Juli 2019 20:15 Nasional

Bagikan

Perkumpulan Pengusaha Nahdliyin Akan Beri Banyak Manfaat bagi Masyarakat
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Bidang Ekonomi H Umar Syah menyatakan bahwa kehadiran P2N dalam bagian NU merupakan lompatan bagus karena keberadaannya akan memberikan banyak manfaat buat masyarakat.

Menurut Umar, berbagai upaya yang dilakukan P2N sangat baik karena tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga terdapat tindak lanjut atau langkah konkret seperti melakukan nota kesepahaman (MoU) seperti MoU dengan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT. Cipta Global Solusindo Indonesia (CGI), PT Indoportal Internasional Indonesia (III), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Grup Japfa.

Selain itu, P2N juga pada Agustus mengadakan kunjungan ke sejumlah negara, seperti Azerbaijan untuk melakukan sinergi dengan para pengusaha luar, sehingga produk dari Nahdliyin bisa dipasarkan secara lebih luas.

“Upaya yang dilakukan P2N ini langkah konkret untuk menciptakan nilai tambah yang signifikan,” kata Umar saat membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat 12/7).

Pada diskusi yang berisi para pengusaha tersebut, Umar menyatakan bahwa Nahdliyin bukan hanya bergelut dengan ilmu agama, tetapi juga dengan dunia usaha, baik menjadi wirausahawan kecil, menengah, maupun atas.

“Kita (NU) bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Jamaah kita bagian dari bangsa ini, dan mayoritas jamaah kita adalah wirausahawan. Orang NU yang ada di birokrasi dan akademisi itu minimal. Kebanyakan jamaah NU ada di luar sistem pemerintahan,” ucapnya.

Umar mengatakan, Nahdliyin yang bergelut di dunia usaha telah memenuhi syarat sebagai wirausahawan karena memiliki modal dasar, yakni ketangguhan dan tidak pernah menyerah. Hanya saja, sambungnya, mereka masih berada di pinggiran dan belum banyak kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang menyasar kepadanya.

Diskusi yang mengusung tema ‘Meningkatkan Kesejahteraan dan Pemerataan melalui Konektivitas Infrastruktur ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya ialah dari PT Jasa Marga M Agus Setiawan, Direktur Operasional PT Brantas Abipraya Widyo Praseno, dan PT Nindya Karya Imam Sugiyatno. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)