::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

MUI Imbau Pemilik Warung Tidak Buka Siang Hari

Sabtu, 22 Agustus 2009 16:04 Warta

Bagikan

Pasuruan, NU Online
Memasuki bulan suci Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo memberikan beberapa imbauan. Salah satunya, imbauan pada para pemilik warung agar tidak buka di siang hari. Khususnya warung yang menjual makanan dan minuman.

Imbauan yang lain disampaikan pula pada beberapa instansi di Kabupaten Probolinggo. "Surat imbauan MUI itu sudah disampaikan kepada Bupati, DPRD, Polres dan instansi lainnya yang terkait," kata Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Islam.<>

Isi surat tersebut jelas Nun Beng (panggilan KH Syaiful Islam), terkait imbauan kepada para pemilik warung di Kabupaten Probolinggo. Terutama pemilik warung di perkotaan, seperti Kraksaan. Mereka diminta tutup di siang hari selama bulan Ramadan.

"Imbauan itu untuk menghormati pelaksanaan ibadah puasa selama bulan suci Ramadan. Kalaupun ada yang tetap ingin membuka warung nasinya, boleh saja. Tetapi hanya untuk melayani para musyafir yang boleh tidak berpuasa," katanya seperti dilansir radar Bromo, Sabtu (22/8).

Namun, pengecualian itu, diimbau agar diberlakukan di pusat-pusat keramaian saja. Seperti, di sepanjang jalan protokol di Kraksaan.

"Itupun harus ditutupi. Entah dengan kain atau lainnya, yang penting tidak terang-terangan," katanya. Sementara warung di tempat lain, diimbau agar tidak buka.

Selama bulan Ramadan kata Nun Beng, MUI juga mengimbau agar kegiatan yang bisa mengurangi pahala berpuasa dihentikan.

"Misalnya, acara dangdutan atau hiburan yang berbau maksiat," ujar salah satu pengasuh Ponpes Zainul Hasan (Zaha), Gengong, Pajarakan ini. (min)