::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PEMBAJAKAN KITAB SIRAJUT THALIBIN

Darul Kutub Tak Mampu Tarik Semua “Kitab Bajakan” dari Peredaran

Rabu, 16 September 2009 18:05 Warta

Bagikan

Beirut, NU Online
Penerbit kitab terkemuka Lebanon Darul Kutub Al-Ilmiyah yang telah melakukan ’pembajakan’ atas kitab Sirajut Thalibin karya Syekh KH Ihsan bin Dahlan Jampes, Kediri, menyatakan tidak bisa menarik semua kita yang telah diterbitkan dan tersebar ke beberapa negara Muslim di dunia.

Direktur Darul Kutub Ali Baydoun kepada Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon menyatakan hanya mampu menarik kitab-kitab yang masih ’dalam jangakaunnya’, itu pun dengan kalimat ’semampu kami’.<>

”Dirinya beralasan bagaimana bisa DKI (Darul Kutub Ilmiyah) menarik peredaran kitab-kitab tersebut dari toko-toko di berbagai negara atau dari para pembaca,” kata Ketua PCINU Muhamad Zainal Aziz kepada NU Online beberapa waktu lalu melaui saluran telpon.

Dalam surat resmi bernomor 7629 tertanggal 11 September 2009 ini tentang permintaan maaf kepada PBNU, pihak Darul Kutub menyatakan, pemalsuan nama dan penggantian beberapa bagian isi kitab itu hanya dilakukannya pada terbitan edisi kedua. Sementara edisi pertama telah menyantumkan nama penulis yang sebenarnya.

Dalam surat itu Darul Kutub Al-Ilmiyah juga menyertakan copy sampul dan halaman pertama kitab Sirajut Thalibin edisi ketiga yang telah mencantumkan nama yang benar.

Namun, menurut Zainal Aziz, yang melihat langsung proses pencetakan edisi ketiga Sirajut Thalibin di kota kecil dekat Beirut menyatakan, cetakan ketiga itu belum memuat pengantar dari pendiri NU KH Hasyim Asyari yang ada dalam kitab aslinya. ”Mereka berkilah bahwa taqridhoh atau pengantar semacam itu tidak penting khsusnya di dunia Arab,” katanya. (nam)