::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sejarawan: Gus Dur Layak jadi Pahlawan

Ahad, 17 Oktober 2010 16:52 Warta

Bagikan

Jakarta, NU Online
Mantan Presiden Republik Indonesi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dinilai sudah layak menjadi presiden. Karenanya pencalonan Gus Dur sebagai pahlawan nasional diapresiasi penuh oleh masyarakat.

Mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid banyak berjasa kepada bangsa dan negara. Bahkan sejak sebelum menjadi presiden pun, Gus Dur sudah dikenal sebagai tokoh yang merekatkan kemajemukan bangsa.<<>br />
Demikian dinyatakan oleh sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam di Jakarta, Ahad (17/10)."Gus Dur sudah layak jadi pahlawan," kata Asvi.

"Gus Dur berjasa besar dalam merekatkan kemajemukan bangsa. Gus Dur adalah tokoh pluralisme," tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan pemerintah sudah menyaring 10 nama calon pahlawan nasional. Mereka adalah Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al-Jufrie dari Sulawesi Tengah, HM Soeharto dari Jawa Tengah, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari Jawa Timur.

Selanjutnya Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat.

Nama-nama ini sekarang akan dibawa ke Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa yang dipimpin Menkopolhukam. Di dewan ini, nama-nama itu akan diseleksi lebih jauh dengan berbagai kriteria. (ful)