::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hujan Tak Kunjung Turun, Ribuan Santri Gelar Shalat Istisqa'

Rabu, 19 September 2012 14:15 Daerah

Bagikan

Hujan Tak Kunjung Turun, Ribuan Santri Gelar Shalat Istisqa'

Malang, NU Online 
Ribuan santri Pondok Pesantren  Al-Munawwariyyah Sudimoro Bululawang Kab. Malang, Jawa Timur, mengikuti shalat istisqa, yaitu shalat sunah dua rokaat yang dilakukan untuk meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa.<>

"Shalat ini semata-mata sebagai wujud berdoa kepada Tuhan agar menurunkan hujan. Jika tidak kunjung turun, kami terus melakukan shalat sampai turun hujan," kata KH Maftuh Said, imam sekaligus pengasuh di pondok tersebut, usai shalat di halaman pesantren, Selasa (18/9). 

Ia mengatakan, musim kemarau yang melanda tahun 2012 ini cukup panjang. Bukan hanya air yang berkurang di sejumlah daerah, sumber air di pondok pesantren itu pun juga mulai berkurang.

Menurut dia, kegiatan shalat itu rencananya bukan hanya sekali, melaikan berulang kali, sampai hujan turun. Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan shalat minta hujan ke depan seluruh masyarakat juga diajak baik yang sudah tua, maupun anak-anak.

"Dengan demikian, diharapkan Allah SWT segera memberikan petunjuk dan menurunkan hujan. Kami berharap segera turun hujan, agar tanaman subur, hewan-hewan juga bisa mendapatkan air," katanya.

Dalam shalat yang diikuti oleh seluruh santri Pesantren Al-Munawwariyyah ini, sekitar 3.500 santri berbaris di halaman terbuka dekat masjid di pondok, membentuk shaf dengan tertib. Mereka tampak khusyuk, walaupun harus kepanasan. Kegiatan shalat yang berlangsung dua rakaat itu dipimpin Ustadz Masrurun sedangkan yang bertindak Khatib Ustadz Amin Taufiq.

Sebelum shalat dimulai, seluruh santri membaca selawat dan pujian. Setelah itu, mereka langsung berdiri membentuk shaf dengan rapi, ketika imam mulai shalat.

Sejumlah santri awalnya terlihat kepanasan, namun mereka tidak peduli dan tetap melaksanakan salat dengan khusyuk, hingga salat berakhir. Sejumlah santri sempat terharu, bahkan ada yang menetaskan air mata, ketika imam berdoa agar hujan turun.

Kekeringan memang terlihat membuat sulit masyarakat. Di Malang, kekeringan nampak terlihat di beberapa kecamatan wilayah kabupaten. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan hingga mencari ke pelosok bukit.

Sedikitnya 13 daerah yang kesulitan itu sudah mengirimkan surat permohonan untuk meminta bantuan air bersih.

Ke-13 kecamatan yang mengalami krisis air itu di antaranya adalah Kecamatan Jabung, Pakis, Lawang, Sumbermanjing Wetan, Poncokusumo, Tirtoyudo, Gedangan, Kromengan, Singosari, Donomulyo, Kalipare, Pagak serta Tumpang. Pemkab terus koordinasi dengan PDAM Kabupaten Malang untuk melakukan pengiriman air bersih. 



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Mujib