::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pengurus Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Dilantik

Senin, 22 Mei 2006 14:55 Warta

Bagikan

Jakarta, NU Online
Hari ini, Senin (22/5), Pimpinan Pusat Jamiyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) masa khidmah 2006-2001 dilantik. Pelantikan diadakan di Gedung PBNU dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi.

Munas III JQH pada 18-20 Maret lalu di Brebes, Jawa Tengah, menetapkan KH. Ahsin Sakho Muhammad sebagai Rais Majelis Ilmi dan KH. A. Muhaimin Zen sebagai Ketua Umumnya.

<>

Kedua pimpinan JQH terpilih tersebut melengkapi kepengurusan bersama 3 anggota dewan formatur lainnya yang dipilih oleh para peserta munas, yakni KH. Masruri Abdul Mughni (Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah yang sekaligus tuan rumah Munas III), Rahmad Tk. Sulaiman (Sumatera Barat) dan Dwilarso (Jawa Tengah).

Sejak Muktamar ke-31 NU di Boyolali, Jawa Tengah, pada 2004 lalu, JQH diubah statusnya dari lembaga menjadi badan otonom. Konsekuensinya, JQH menjadi lebih leluasa dan mandiri untuk mengembangkan organisasi. “Tapi meskipun disapih kami minta jangan dilepas begitu saja,” kata KH. A. Muhaimin Zen saat memberikan sambutan.

Kepengurusan Dewan Harian kepengurusan JQH dilengkapi dengan beberapa bidang, yakni bidang usaha dan penggalian dana, pembinaan tilawah, pembinaan tahfizh, pembinaan tafsir, pembinaan qira’at sab’ah, pembinaan kaligrafi, pembinaan pondok pesantren dan taman pendidikan al-Qur’an, ta;lif wan nasyr, serta bidang pernelitian dan pengembangan.

Dalam sambutannya Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi berharap para pengurus JQH lebih rapi dalam menata keorganisasian. Menurutnnya, JQH adalah khazananh dan warisan yang menjadi kebanggaan para pendidiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh itu bagaikan mutiara yang selama ini terendam lumpur, jadi ya tidak ada yang melihat. Oleh karena itu sekarang kalah dengan beling dan aksesoris yang dijual di toko-toko,” kata pengasuh pesantren mahasiswa al-Hikam itu.

Acara pelantikan itu dilanjutkan dengan Sidang Pleno Perdana Kepengurusan JQH Periode 2006-20011. (nam)