::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LDNU BOGOR

Komunitas Cinta Baca Bedah 9 Ulama Bogor

Rabu, 09 Oktober 2013 09:01 Daerah

Bagikan

Bogor, NU Online
Komunitas Cinta Baca (KCB) yang dimotori Pengurus Cabang Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengadakan diskusi dan bedah buku Sembialn Mutiara Hikmah karya salah satu kader muda NU, Achmad Ubaidillah, Selasa (8/10).
<>
Sebagai pengantar, Ketua LDNU Bogor Achmad Ikrom mengatakan pentingnya kader NU memahami 9 tokoh besar yang diurai dalam buku karya cucu pendiri NU Bogor pertama, KH Tubagus Muhammad Falak Pagentongan itu. Mereka dinilai berjasa dalam pengembangan Ahlussunnah wal Jamaah di Bogor.

Ikrom menambahkan bahwa Budaya baca di mayoritas ummat Islam sangat rendah. Padahal, ayat pertama yg turunkan adalah perintah untuk membaca. Kondisi ini juga dinilai sebagai salah satu penyebab kemunduran umat Islam.

“Pelajar sekarang lebih memilih cara instan dalam pengembangan ilmunya, bahkan banyak tercipta kader ‘Copas’ (asal kutip dari sumber lain, red),” tambah Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Amin.

Dia mendorong anggota IPNU dapat mengubah paradigma ini dengan setiap minggu aktif mengikuti KCB. Acara bedah buku diikuti sekitar 70 pelajar. Bedah buku menjadi agenda mingguan KCB dengan variasi buku yang bernafaskan Aswaja atau sejenisnya.

Kesembilan tokoh yang diulas dalam buku tersebut, antara lain, KH Tubagus Muhammad Falak (1845-1972), pendiri Pesantren Al-Falak Pagentongan; KH Asy’ari (?-1950), pendiri pesantren Bakom; KH Subki (?-1946), pendiri pesantren Assubkiyah Bubulak; KH Hasan Mustofa (1890-1980), pendiri Pesantren Daarul Huda Cilember; KH Abdullah bin Nuh (1905-1987), pendiri Pesantren Al-Ghazaly; KH Royani (1918-1950), pendiri pesantren Riyadhul Aliyah Cisempu; KH Muhammad Istichori (1921-1994), pendiri pesantren Daaruttafsir Ciomas; KH Muhammad Basri (1922-1993), pemimpin Pesantren Al-Basyariyyah Kadaung; dan KH Elon Syuja’i (?-1990), pendiri Pesantren Modern Darul Ulum. (Akhsan Ustadhi/Mahbib)