Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Prestasi Pesantren Krapyak Meningkat di Ajang MQK V

Kamis, 11 September 2014 07:03 Pesantren

Bagikan

Prestasi Pesantren Krapyak Meningkat di Ajang MQK V

Bantul, NU Online
Setelah melewati hari-hari yang menengangkan dan melahkan selama kurang lebih 9 hari di Jambi, Senin sore (9/9) rombongan santri Pesantren Krapyak Yogyakarta, peserta lomba Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) V, akhirnya tiba di pesantren asal. Mereka disambut ratusan santri dengan penuh bahagia.
<>
KH. Hilmy Muhammad yang turut serta menemani para santri selama perlombaan menyampaikan syukur yang mendalam dan kebanggaannya atas jerih payah dan hasil maksimal yang dicapai oleh anak-anak santri.

"Alhamdulillah, Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta berhasil memperoleh berbagai prestasi membangakan di ajang Musabaqoh Qira'atil-Kutub (MQK) ke-5 di Jambi,” ujarnya sembari berharap capaian ini dapat diikuti para santri lainnya.

Mereka yang berprestasi tersebut adalah Ayyun Anniqo Rizqyana, juara 2 putri dan Ibnu Hajar Asqolani, juara 3 putra, masing2 di bidang tarikh (sejarah) tingkat Ulya, kitab Tarikh Ibni Hisyam; Rikza Aufarul Umam, juara 3 bidang ushul-fiqh ulya, kitab Ghayatul-Wushul; Nur Azka Inayatus Sahara, juara 3 bidang hadits wustha kitab Bulughul-Maram; dan Hamidatul Hasanah, juara harapan I bidang balaghah ulya, kitab Uqudul-Juman.

"Capaian prestasi tahun ini yang meraih 5 gelar, lebih baik daripada tahun lalu yang hanya meraih 2 gelar, yakni juara 3 lomba debat pidato bahasa Inggris putri dan juara harapan 2 ushul fiqh ulya di Sumbawa-NTB, karenanya kita patut berbangga dan bersyukur," lanjut KH. Hilmy Muhammad.

Sementara Ayyun Aniqo Rizkiyana, dalam sambutannya mewakili delegasi santri, menyampaikan terimakasih atas doa dan dukungan semua pihak. "Doa dan dukungan kalian semua sangat berarti bagi kami, jaakumullah ahsanal jaza', ujar mahasiswi D3 bahasa Mandarin UGM yang juga pembimbing putri ini dengan haru berkaca-kaca.

Pada ajang perlombaan kali ini, Pondok Pesantren Krapyak berhasil mengirimkan 15 santri terbaiknya bergabung dalam kafilah Provinsi DIY dalam ajang bergengsi tahunan kemeterian agama tersebut.

Secara keseluruhan, posisi DIY menjadi urutan ke enam dengan total perolehan medali 15 buah. Rincian medali yang diperoleh DIY yaitu juara 1 di cabang balaghah ulya putra, juara 2 dicabang fiqh ula putra, tafsir wustha putra dan tarikh ulya putri, juara 3 dicabang hadits wustha putri, hadits ulya putra, tarikh ulya putra dan ushul fiqh ulya putra. Juara harapan 1 diperoleh cabang nahwu ula putri, balaghah wustha putra, balaghah ulya putri dan ushul fiqh ulya putri. Sedangkan juara harapan 2 diperoleh dari cabang ushul fiqh wustha putri, tarikh ula putra dan nahwu ulya putri.

Urutan 10 besar MQKN V di Jambi ini adalah Jawa Timur dengan 37 medali, Jawa Tengah 32 medali, Jawa Barat 32 medali, Banten 15 medali, Kalimantan Selatan 22 medali, DIY 15 medali, DKI Jakarta 2 medali, Riau 8 medali, Nusa Tenggara Barat 8 medali dan Nangroe Aceh Darussalam 5 medali. (Red: Mahbib Khoiron)