::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV

Ahad, 12 Oktober 2014 14:02 Nasional

Bagikan

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV

Jakarta, NU Online
Bintang yang telah menggunakan obat-obatan, mengunjungi pelacur atau terlibat dalam pelanggaran hukum lainnya tidak akan diizinkan untuk tampil di televisi Cina, layar film atau bentuk lain dari siaran, kata media pemerintah, Kamis, setelah serangkaian skandal. 
<>
Larangan oleh regulator penyiaran, yang meliputi radio dan iklan, dimaksudkan untuk "menjaga industri yang sehat", resmi China Daily melaporkan. 

"Selebriti yang melanggar hukum tidak boleh diundang untuk tampil di program, dan transmisi kata-kata mereka harus ditunda," kata surat kabar itu, mengutip pernyataan dari regulator. 

"Kasus terbaru yang melibatkan bintang menggunakan obat atau mengunjungi pelacur telah merugikan citra industri hiburan dan menjadi contoh buruk bagi anak-anak muda," tambah surat kabar itu. 

Jaksa Cina bulan lalu menyetujui penangkapan Jaycee Chan, putra bintang film kung fu Jackie Chan, setelah diduga terlibat dalam pelanggaran obat terlarang. Ini merupakan dalam serangkaian terbaru selebritis yang terkena kasus hukum. 

China telah menahan beberapa selebritis yang kebanyakan masuk daftar B beberapa bulan terakhir atas tuduhan terkait narkoba, kasus yang telah dipublikasikan secara luas di media negara dan sosial. Mereka termasuk bintang film dan televisi, sutradara film dan penulis skenario terkenal. 

Satu direktur ditahan karena dicurigai mempekerjakan pelacur. 

Tindakan keras muncul karena pemerintah berusaha untuk mendorong kampanye yang lebih luas terhadap gaya hidup mewah dan dekadensi. 

Presiden China Xi Jinping telah bersumpah untuk menghilangkan korupsi dan keistimewaan yang dimiliki para elit, sumber utama ketidakpuasan publik atas kesenjangan antara miskin dan kaya yang terus berkembang. 

Departemen Keamanan Publik China mengatakan kepada polisi di seluruh negeri pada bulan Februari untuk bersikap keras pada obat-obatan, perjudian dan prostitusi. 

Berbeda dengan China, Indonesia, yang penduduknya mengaku menjaga adat ketimuran dan nilai-nilai moral agama, sejumlah selebritis yang terkena kasus hukum, kini bebas tampil di TV dengan frekuensi publik. Ariel, pentolan grup band Noah, kini kariernya semakin berkibar dan membintangi sejumlah iklan setelah lepas dari penjara setelah terkena kasus video porno. Raffi Ahmad, yang terkena kasus narkoba dan sampai sekarang menunggu vonis, tiap hari wajahnya tampil di TV. Di Indonesia, belum dikenal hukuman larangan tampil di TV saat menjalani kasus hukum atau hukuman tambahan larangan tampil di media yang menggunakan frekuensi publik.

Langkah maju telah diambil terkait dengan narapidana kasus korupsi. Bukan hanya dihukum penjara, mereka juga dicabut hak politiknya seperti yang menimpa mantan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishak dan mantan ketua MK Akil Muchtar.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia telah melarang acara kebanci-bancian di TV karena kekhawatiran memengaruhi dan ditiru anak-anak dan dampaknya dapat mempengaruhi masyarakat yang membenarkan perilaku tersebut. (reuters/mukafi niam) ilustrasi: kapanlagi.com