::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Pesantren Dilatih Produksi Tahu

Sabtu, 29 November 2014 03:01 Pesantren

Bagikan

Probolinggo, NU Online
Sedikitnya 40 santri dari Pesantren Bani Rancang Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih dan Pesantren Hidayatul Islam Desa Clarak Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo dilatih memproduksi tahu nigarin tanpa limbah, Kamis (27/11) kemarin.<>

Para santri pesantren ini mendapatkan pelatihan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Inspiring Moslem Entrepreneur (IME) Training Center Malang.

Selain mendapat pelatihan pembuatan tahu sehat nigarin tanpa limbah, para santri juga mendapatkan bantuan berupa peralatan Tasudo. Dimana alat ini mampu membuat olahan dari limbah pembuatan tahu mulai dari susu kedelai, sari kedelai, donat kedelai dan nugget kedelai.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo HM. Sidik Widjanarko mengungkapkan pelatihan keterampilan kepada santri ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo untuk mencetak santri entrepreneur.

“Kami menginginkan agar santri tidak hanya menguasai ilmu agama dan umum saja, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat diterapkan setelah nanti kembali di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Pengasuh Pesantren Bani Rancang Kiai Ahmad Siddiq menyambut baik pelatihan tersebut. Pasalnya kegiatan ini akan menambah pengetahuan dan keterampilan santri yang dapat diimplementasikan langsung sebagai sumber pendapatan sehari-hari.

“Sudah bukan zamannya lagi santri hanya bisa membaca Al Qur’an dan kitab kuning saja. Tetapi bagaimana seorang santri memiliki keterampilan sebagai bekal menatap masa depannya,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pengasuh Pesantren Hidayatul Islam KH Sunar Syamsul Arifin. “Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, santri pesantren mampu bersaing dalam mengembangkan keterampilan yang dimilikinya sebagai alternatif usaha yang akan digeluti saat keluar dari pesantren,” katanya. (Syamsul Akbar/Anam)