::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Perlu Mengenal Tradisi Wayang

Sabtu, 29 November 2014 09:01 Pesantren

Bagikan

Santri Perlu Mengenal Tradisi Wayang

Yogyakarta, NU Online
Tradisi pesantren tidak bisa dilepaskan dengan tradisi wayang. Sejak adanya tradisi pesantren di Nusantara, wayang mulai menjadi bagian dari kehidupan santri. Saat ini, penghuni pondok pesantren perlu mengenal tradisi wayang. Pasalnya, wayang bisa mnejadi alat introspeksi diri. Tokoh-tokoh dari lakon wayang merupakan refleksi atas manusia.
<>
“Apa salahnya (saat ini) pesantren menyelenggarakan wayangan? Pada masa Nusantara dulu, di Gresik, santri menggunakan wayang sebagai pemersatu masyarakat dari berbagai latar sosial. Tujuan untuk menyampaikan keagamaan juga,” kata pendiri Pesantren Kaliopak M Jadul Maula dalam sambutan pembukaan pameran wayang “Ngaji Wayang”, Kamis (27/11) malam, di Pesantren Kaliopak, Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Jadul menjelaskan, meski wayang zaman sebelum masuknya Islam berguna sebagai alat pemanggil arwah, wayang yang ada pada masa ini tidak tepat dianggap sebagai ritual pemanggilan arwah. Wali Songo mengubah beberapa aspek wayang, dari ritual menjadi alat penyebaran agama Islam. Walisongo mengubah aspek-aspek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu menambahkan, satnri harus mempu memahami kebudayaannya sendiri. Menurut dia, memahami wayang berarti memahami sedikit sejarah Islam di Nusantara.

Pameran wayang “Ngaji Wayang” telah resmi dibuka. Selain Jadul Maula, seremonial pembukaan juga dihiasi kata sambutan dari GBPH Yudhaningrat. Pameran beragam bentuk wayang dan lukisan wayang ini menghadirkan lebih dari 20 karya dari 17 seniman. Pameran akan dilaksanakan hingga 30 November 2014. (Fredy Wansyah/Mahbib)