Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tidak Semua Khotbah dan Pengajian Terdengar di Luar Masjid

Jumat, 23 Januari 2015 15:01 Nasional

Bagikan

Tidak Semua Khotbah dan Pengajian Terdengar di Luar Masjid

Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas‘udi mengingatkan pengurus masjid agar mengaktifkan pengeras suara hanya ke dalam masjid saat khotbah Jum‘at dan pengajian rutin. Menurut Kiai Masdar, imbauan khotib dan materi pengajian cukup didengar oleh mereka yang memang hadir untuk mendengarkan khotbah dan pengajian.
<>
“Keadaan dan pandangan orang di luar bermacam-macam. Ada juga mereka yang tidak siap untuk mendengarkan anjuran khotib atau pengajian. Belum lagi mereka yang tidak berkepentingan,” kata Kiai Masdar kepada NU Online di ruang Syuriyah PBNU, Jakarta, Rabu (21/1) sore.

Kalau diperhatikan, lanjut Kiai Masdar, tidak semua materi yang disampaikan dalam khotbah dan pengajian itu didengar oleh umum. Mereka yang tidak siap, bisa jadi akan ingkar. “Didengar menjadi dosa, tidak didengar bagaimana juga.”

Ada materi-materi tertentu yang khusus didengarkan oleh mereka yang hadir untuk mengaji. “Kalau kedengaran keluar, justru malah membuka aib umat Islam,” ujar Kiai Masdar.

Repotnya, materi khotbah dan jamaah Jum‘at yang cenderung agak longgar. Untuk itu, khotib baiknya memerhatikan kembali makna khotbah. Mereka sebaiknya menganjurkan yang positif-positif saja. “Itu pun disampaikan tanpa perlu keluar masjid,” imbau Kiai Masdar. (Alhafiz K)