::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PUISI RAEDU BASHA

Sowan

Ahad, 25 Januari 2015 15:00 Puisi

Bagikan

Kiai Ahmad Basyir AS

begitu tuakah wajah engkau dalam cermin benggala
di hadapanmu cermin menggambar keriput tua
kau pandang kerutan dahimu
kau cemas menyambung kedua alismu
memikirkan anak cucu dan santrimu<>
akankan mereka menyemat doa
bagi keletihanmu mengunjurkan hidup
tawasul yang tak terpisah
di antara tubir waktu
dalam tahun demi tahun yang kian renta
dalam ruang-ruang yang perlahan
bergerak ke tilam usia

engkau menggores urat-urat dahimu yang mengisut
parut-parut pasir pantai yang diukir garis batang kayu
membentuk daun waru oleh sepasang kekasih yang berjanji setia

engkau menggenggam benakmu sebagai kekuatan yang tersisa
bentang hati tak terperi, sesamudera perasaan paling sepi
di mana geliat jantung mulai kikis di detak-detak paling ritmis
yang menghabis—sungguh semakin habis

engkau diam tapi engkau tak ingin diam
engkau bicara tapi engkau tak ingin bicara
tinggallah getar gemertar kulitmu yang menyampaikan

gelombang datang mengantarkanmu menemui kekasih
yang kau panggilkan rindu sejak dahulu
dia—dia yang terlalu lama bersemi di mihrabmu


Ganding Pustaka, 2014