::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Semarak Pelepasan 89 Balon dan Apel di Harlah NU

Senin, 02 Februari 2015 11:05 Daerah

Bagikan

Semarak Pelepasan 89 Balon dan Apel di Harlah NU

Bojonegoro, NU Online
Hari lahir (Harlah) ke-89 NU yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2015 tak hanya diperingati warga NU di tingkat kepengurusan. Para pelajar NU di madrasah-madrasah juga tak mau ketinggalan dengan semarak acara tahunan ini.
<>
Seperti yang terjadi di Madrasah Aliyah Abu Darrin Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Ratusan siswa Sabtu (31/1) memperingati Harlah NU bersamaan dengan upacara bendera rutin di sekolah setempat. Dalam kesempatan ini, sejumlah kegiatan khusus digelar dalam rangka memeriahkan usia NU menjelang satu abad itu.

Tiga petugas dari kalangan pelajar membawa bendera merah putih bersandingan dengan bendera Nahdlatul Ulama, juga foto Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Aksi sebagai simbol keutuhan NKRI tidak lepas dari peran perjuangan para ulama.

Suasana upacara menjadi hening saat para peserta mendengarkan pembacaan sejarah proses berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama. Kesunyian pecah menjadi riuh tepuk tangan setelah 89 balon dilepas ke udara. Balon-balon tersebut menggantungkan spanduk bertuliskan “Selamat Harlah NU ke-89” diiringi dengan suara letusan petasan sebanyak 89 kali. Meskipun gerimis, upacara dan harlah NU berjalan lancar.

Peringatan Harlah ke-89 NU ini ke-89 dalam rangkaian upacara bendera ini dimotori OSIS setempat dan Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MA dan MTs Abu Darrin. Bertindak sebagai pembina upacara HM Masluchan Sholih, kepala MA Abu Darrin.

Dalam amanat upacara, Masluchan berpesan tentang pentingnya generasi muda untuk mengetahui dan mengingat peran NU, ormas yang didirikan oleh para Ulama. Hal ini sebagai bentuk upaya untuk membentengi Indonesia dari paham-paham yang mengancam. (Sholihin/Mahbib)