::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketua PWNU Lampung Kisahkan Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani

Rabu, 04 Februari 2015 19:52 Daerah

Bagikan

Ketua PWNU Lampung Kisahkan Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani

Lampung Timur, NU Online
Peringatan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani, seorang sufi yang dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadariyah, setiap tahunnya selalu meriah di Desa Bumi Jawa Kecamatan Batang Hari Nuban Lampung Timur. Masyarakat dari berbagai daerah, ulama dan perwakilan pemerintah menyatu dalam peringatan itu.
 <>
Pada peringatan Ahad (1/2) kali ini Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri diminta panitia untuk menyampaikan mauidhoh hasanah. Dalam ceramahnya ia mengatakan bahwa Syekh Abdul Qodir Jailani adalah tokoh kharismatik yang selalu menjadi kenangan kaum muslimin.

Hampir setiap hari, kata dia, banyak kaum muslimin memanjatkan doa kepada Allah dengan berwasilah Syekh Abdul Qadir Jailani.

Berwasilah atau bertawasul, merupakan upaya memanjatkan doa kepada Allah melalui seseorang yang diyakini mempunyai kedekatan yang sangat akrab dengan Allah SWT, seperti Rasulullah SAW, beberapa sahabat yang terpilih, juga para ulama besar dan waliyullah seperti Syekh Abdul Qadir Jailani.

“Ada karomah Syekh Abdul Qadir Jailani yang sangat populer dan mungkin kita semua sudah pernah mendengar dan membacanya,” katanya.

Kemudian Kiai Soleh bercerita. Suatu hari Syekh Adi ibnu Musafir Al-Hakkar, seorang ulama, berada di antara ribuan jemaah yang tengah mendengarkan pengajian Syekh Abdul Qadir Jailani. Ketika Syekh Abdul Qadir sedang bicara, tiba-tiba hujan turun sangat lebat. Karena itu, orang-orang berlarian.

Saat itu, lanjut dia, Syekh Abdul Qadir mendongak ke langit sambil mengangkat tangan, lalu berdoa, “Ya Robbi, aku telah mengumpulkan manusia karena engkau, adakah kini Engkau akan menghalau mereka?”

“Ajaib!” kata Kiai Soleh. “Tak lama kemudian hujan pun reda, tak setitik hujan pun jatuh di lokasi pengajian, padahal di sekelilingnya hujan turun dengan sangat derasnya. Dan masih banyak lagi karomah dari Syekh Abdul Qadir Jailani,” pungkasnya.

Ketua Pelaksana Peringatan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani, Saifudin, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di Desa Bumi Jawa Kecamatan Batang Hari Nuban Lampung Timur sebagai wujud kecintaan pada sosok yang telah berjasa dalam pembangunan keagamaan yaitu Syekh Abdul Qodir Jailani. (Rudi Santoso/Abdullah Alawi)