::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Serangan di Hotel Afganistan Tewaskan Sembilan Orang

Kamis, 14 Mei 2015 18:59 Internasional

Bagikan

Kabul, NU Online
Sebanyak sembilan orang, termasuk empat penyerang, tewas selama baku-tembak di wisma tamu (guest house) di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Rabu malam (13/5), kata satu sumber resmi pada Kamis.
<>
Empa pria bersenjata menyerang Park Palace Hotel, yang sering dikunjungi warga negara asing pada Rabu larut malam. Serangan itu berakhir pada Kamis dini hari, kata seorang pejabat keamanan yang tak ingin disebutkan jatidirinya kepada Xinhua.

"Di antara orang yang tewas terdapat satu warga negara AS dan dua orang asing lagi. Penyelidikan dilakukan dan perincian akan disiarkan pada Kamis sore," tambah pejabat tersebut.

"Pesta makan malam sedang berlangsung ketika penembakan dimulai pada sekitar pukul 20.30 waktu setempat Rabu. Empat penyerang ditembak hingga tewas oleh pasukan keamanan dan enam orang cedera selama peristiwa itu," kata pejabat tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

Ia mengatakan lebih dari 50 orang diselamatkan oleh pasukan khusus Afghanistan.

Perincian lebih lanjut mengenai peristiwa itu belum dikeluarkan di tengah tak adanya pernyataan resmi.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan tersebut, tapi kelompok gerilyawan Taliban biasa mengaku bertanggung-jawab atas serangan semacam itu.

Aksi perlawanan pimpinan Taliban telah merebak sejak pertengahan April, ketika kelompok gerilyawan tersebut melancarkan serangan tahunan mereka terhadap pasukan keamanan Afghanistan.

Taliban mendesak warga sipil agar menjauhi pertemuan resmi, pusat serta rombongan militer yang dianggap sebagai sasaran sah oleh gerilyawan selain memperingatkan warga agar tidak mendukung pemerintah. (antara/mukafi niam)