Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Duduki Kota Kuno Palmyra, ISIS Kuasai Separuh Suriah

Jumat, 22 Mei 2015 21:01 Internasional

Bagikan

Doha, NU Online
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menduduki kota kuno Palmyra di Suriah sehingga kini mereka praktis menguasai separuh wilayah Suriah, kata Observatorium HAM Suriah seperti dikutip Aljazeera.
<>
Terletak di tengah provinsi Homs dan di jantung negeri Suriah, Palmyra berada 210 km arah timur laut dari Damaskus.

Kota ini berada di daerah gurun yang membentang sampai perbatasan Irak-Suriah.

Menurut Observatorium, ISIS kini menguasai wilayah seluas 95.000 km  persegi di sembilan dari 14 provinsi Suriah, atau separuh dari wilayah Suriah.

Sebelum Palmyra, pemerintah Suriah sudah kehilangan kota Bosra di Provinsi Deraa Maret lalu. Dan sepertinya Palmyra, Bosra juga dimasukkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

April silam, ISIS menguasai sebagian besar Yarmuk yang jauhnya hanya 8 km dari Damaskus.  Kota ini banyak didiami pengungsi Palestina.

Para aktvis di Palmyra mengungkapkan bahwa ISIS telah sepenuhnya menguasai kota ini Rabu malam, sedangkan penduduknya mengungsi dan kini terlunta-lunta di jalanan.

"ISIS menginfiltrasi kota ini semalaman. Listrik mati dan kami kekurangan pasokan listrik serta air. Penduduk ketakutan dan kami tak tahu apa yang terjadi kemudian," kata aktivis ini.

Nasser, seorang wartawan, berkata kepada Aljazeera bahwa 170.000 penduduk Palmyra tak bisa ke mana-mana, sebaliknya pasukan pemerintah tak bisa menawarkan jalan keluar.

"ISIS dibenci oleh warga di sini dan menyebutnya teroris.  ISIS tidak akan berbeda memperlakukan kami seperti warga lainnya di wilayah yang mereka kuasai," kata Nasser.

Menurut Observatorium, ISIS kini menguasai sebagian besar ladang minyak dan gas di Suriah, serta merampas dua ladang gas di sekitar Palmyra sejak mereka melancarkan serangan ke sini.

Selain membahayakan situs-situs kuno warisan dunia, dengan menguasai Palmyra maka ISIS kini menguasai wilayah yang membentang dari Suriah ke Irak, demikian Aljazeera. (antara/mukafi niam)