Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

“Surga yang Tak Dirindukan”, Potret Poligami yang Tak Hitam-Putih

Ahad, 12 Juli 2015 14:06 Seni Budaya

Bagikan

“Surga yang Tak Dirindukan”, Potret Poligami yang Tak Hitam-Putih

Jakarta, NU Online
Tak ada yang menyangka Prasetya (Fedi Nuril) pria soleh yang hidup bahagia dengan istrinya Arini (Laudya Cynthia Bella) dan satu putrinya, akan berpoligami. 
<>
Setiap orang, termasuk sahabat dan keluarga Arini, menganggap mereka contoh keluarga harmonis nan ideal. Suami-istri penyayang dengan buah hatinya yang menggemaskan. 

Bagi Arini, Prasetya adalah satu-satunya pasangan yang membangun kebahagiaan surga di dunia dan akhirat kelak, sampai sebuah peristiwa membuat sang suami harus menikahi Meirose yang pernah hendak bunuh diri. 

Sejak itu impian Arini hancur. Dia tidak lagi merindukan surga bersama Prasetya. 

"Surga Yang Tak Dirindukan" diangkat dari novel karya Asma Nadia dan disutradarai Kuntz Agus dengan latar belakang Jogjakarta.

Selain diajak menikmati pemandangan khas Jogjakarta, penonton dibuat menahan haru, paling tidak menitikkan air mata, lewat plot mengaduk emosi. 

Saat membuat novelnya, Asma Nadia memang terinspirasi kisah nyata sehingga karakter yang dibuat pun tidak hitam putih. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan.

Penonton diajak bersimpati terhadap tiap karakter. 

Aktor utama Fedi Nuril menilai film ini menarik karena tidak ada karakter yang jahat.

Semua orang memiliki alasan kuat di balik segala tingkah lakunya. Prasetya tidak berniat poligami untuk memuaskan nafsu semata, Arini tetap ikhlas meski perasaannya tercabik-cabik, sementara Meirose sejak awal tidak berniat merusak rumah tangga orang lain. 

"Semoga film ini bisa memberitahu bahwa poligami tidak semudah itu dan tidak bisa sembarangan. Pras adalah pria baik tapi kewalahan juga," ungkap Fedi Nuril yang mengaku tidak berniat berpoligami saat menikah kelak. 

Aktris pendukung Zaskia Mecca mengutarakan hal senada dengan Fedi. 

"Kalau nonton film poligami biasanya akan menyalahkan satu pihak, sekarang saya enggak bisa nyalahin siapa pun. Luar biasa mbak Asma bikin situasinya," papar dia.

Asma Nadia berharap film ini mengembalikan lagi semangat sakinah dalam rumah tangga sehingga setiap rumah dapat menjadi surga bagi keluarga. 

Dia mengaku tidak bisa membayangkan bila karakter dalam bukunya diperankan oleh aktor dan aktris selain Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella dan Raline Shah

Asma puas padan hasil adaptasi buku yang telah terjual sekitar 100.000 eksemplar itu ke layar lebar. 

"Adaptasi ternyata bagus banget, enggak boring dan menyentuh," komentarnya. (Antara/Mukafi Niam)