::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

Rabu, 30 September 2015 08:31 Nasional

Bagikan

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

Jakarta, NU Online
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur.<>

Dalam orasinya, Kamaruddin menegaskan kembali kepada wisudawan dan wisudawati, bahwa Indonesia merupakan bangsa dan negara muslim terbesar di dunia. Jumlah lembaga pendidikan Islam pun paling banyak di dunia, dari mulai pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam yang mencapai puluhan ribu lembaga serta jutaan santri, peserta didik dan mahasiswa di tiap tingkatan.

“Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran yang sangat fundamental (mendasar) dalam memajukan bangsa,” ujar Kamaruddin.

Dengan sumber daya yang sangat besar, lanjutnya, Pendis Kemenag bercita-cita mewujudkan khazanah Islam di Indonesia menjadi destinasi (tujuan) kajian Islam dunia.

“Islam di negara kita sangat bisa menjadi pusat kajian Islam dunia karena Islam di sini mempunyai distingsi atau kekhasan tersendiri yang tidak ditemukan di negara-negara Islam di dunia,” terang Kamaruddin.

Indonesia, tambahnya, dinilai oleh bangsa di dunia mampu memadukan Islam dan demokrasi. Islam di Indonesia juga dianggap mampu mengakomodasi perubahan zaman dengan tidak kehilangan identitas keindonesiaan.

Dalam hal inilah, kata dia, STAINU Jakarta dan seluruh lembaga pendidikan Islam di Indonesia harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta secara berkelanjutan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para generasi muda di Indonesia.

Di akhir orasinya, Kamaruddin mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati agar terus meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang sarjana. Dia menegaskan tiga kemampuan yang mutlak dimiliki seseorang di zaman global seperti sekarang, yaitu kemampuan bahasa, kepemimpinan, dan kemampuan dalam dunia teknologi informasi. (Fathoni)