::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Menag Kunjungi Pesantren Riyadul Jannah, Guru Ulama Indonesia di Makkah

Rabu, 30 September 2015 20:25 Internasional

Bagikan

Makkah, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri peringatan haul Syeikh Ismail Zein yang ke-22 di Pesantren Riyadul Jannah, Ruseifah, Makkah, Selasa (29/09).  Menurutnya, Syeikh Ismail merupakan ulama terkemuka di Makkah yang menjadi guru para ulama dan kiai di Indonesia.
<>
“Syaikh Ismail Zein adalah ulama besar di Makkah yang menjadi tempat belajar para Kiai yang ada di Indonesia. Selaku Pemerintah, saya menghaturkan terima kasih,  karena tempat ini telah memberikan banyak manfaat,” terang Menag seperti dilansir oleh laman kemanag.go.id.

Haul ke-22 Syeikh Ismail diperingati dengan sederhana di dalam Masjid Pesantren Riyadhul Jannah. Selain para santri yang kebanyakan berasal dari Indonesia dan jamaah haji Indonesia, hadir juga salah salah satu ulama Turki, Syekh Mahmud. Seperti di Indonesia, peringatan haul diisi dengan  pembacaan Surat Yasin, Al Waqiah, Al Mulk, dan tahlil. Perjuangan Syeikh Ismail dilanjutkan oleh puteranya, Syeikh Muhammad bin Ismasil Zein.

Menurut Menag, sejak puluhan tahun yang lalu, banyak ulama Indonesia yang belajar di pesantren Riyadhul Jannah ini. pikiran-pikiran Syeikh Ismail banyak mewarnai pandangan ulama Indonesia dan itu sangat bermanfaat dalam menjaga Islam  Indonesai yang  rahmatan lil alamin,  wasathiyyah, tasammuh, tawazun, dan tawassuth. Bukan Islam yang  tatharruf, ekstrim. 

“Semua itu sesungguhnya karena pengaruh jasa dari banyak guru yang ada di Tanah Suci dan salah satunya adalah yang ada di majelis ini,” tutur Menag.

Selaku pemerintah, Menag menyampaikan terima kasih kepada Syekh Muhammad yang mampu melanjutkan, tidak hanya memelihara dan menjaga, tapi juga mengembangkan pesantren ini sehingga para pelajar Indonesia  bisa belajar dan memanfaatkan ilmunya di Tanah Air. 
Syeik Muhammad dalam sambutannya juga menghaturkan terima kasih atas kehadiran Menteri Agama Lukman dan para jamaah haji lainnya. Menurutnya, kehadiran mereka tidak hanya sebagai saudara sesama Muslim, tetapi juga sebagai tamu-tamu Allah. 

“Barangsiapa menghormati tamu Allah maka akan dihormati Allah,” terangnya.

Senada dengan Menag, Syeikh Muhammad menambahkan, pesantren Riyadhul Jannah ini didirikan sejak sekitar lima puluh tahun yang lalu oleh ayahnya, Syeikh Ismail Zain. “Alhamdulilha sampai sekarang masih berjalan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama memberikan kenang-kenangan kepada Syeikh Muhammad berupa sarung tenun khas Indonesia. 

“Ini sarung khas Indonesia dari saya pribadi semoga menjadikan Syekh Muhammad selalu terkenang dengan Indonesia,” kata Menag sembari menyerahkan bingkisan sarung kepada tuan rumah. 

Tidak mau kalah, Syeikh Muhammad juga memberikan kenang-kenangan kepada Menag berupa Kitab Suci Al-Qur’an.

Usai pengajian, diadakan makan bersama dengan menu Nasi Kabsah. Tampak Menag dan Syeikh Muhammad berbaur bersama para santri dan undangan lainnya, makan bersama sajian nasi dan daging kambing  di beberapa penampan besar. Red: Mukafi Niam