::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Inilah Film yang Berkisah Tentang Perjuangan Hidup Seorang Qori

Ahad, 18 Oktober 2015 11:03 Seni Budaya

Bagikan

Inilah Film yang Berkisah Tentang Perjuangan Hidup Seorang Qori

Jakarta, NU Online
Fakta ! Tak terbantahkan. Dunia sudah mengetahui dan Indonesia mengagumi potensi dari pulau Lombok yang menjadi kampung halaman para Qori-Qoriah terbaik dengan lantunan suaranya yang indah mengumandangkan Kalam-Kalam Langit.<>

Teringat tahun 1973, Provinsi Mataram menjadi kota penyelenggaraan MTQ Nasional ke-6 atau beberapa bulan yang lalu di ajang MTQ Internasional, sebanyak empat orang qori/qoriah asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjadi duta Indonesia untuk mengikuti Majelis Tilawah Quran antarbangsa di Malaysia pada tanggal 25 Juni - 5 Juli 2015.

"Pantaslah dan kami dari PH Putaar Films sepakat dengan  Gubernur NTB Tuan Guru Bajang KH. M. Zainul Majdi, MA laiknya Pulau Belitung selepas syuting film Laskar Pelangi digadang-gadang jadi Pulau Laskar Pelangi, kami menyebut Lombok menjadi Pulau Kalam-Kalam Langit Di Negeri Seribu Masjid. Dunia dan masyarakat Indonesia harus tahu banyak santri terbaik yang menjadi Qori dan Qoriah asal pulau Lombok, demikian pula sosok Jafar (Dimas Seto) asal Lombok di film Kalam-Kalam Langit yang siap syuting hari ini," papar Dhoni Ramadhan selaku produser Putaar Films bersama dengan Eddy Wijaya-Executive Produser.

Dijelaskan bahwa ini adalah mahakarya prestisius dari DOP kondang Faozan Rizal setelah meretas dunia sinematografi melalui karya-karyanya Ayat-Ayat Cinta, Sang Pencerah, Habibie Ainun dan Soekarno.

Kali ini lewat rumah produksi bagi Film Indonesia yang Berkarakter & Inspiratif, Putaar Films Production menggandeng Tarmizi Abka sebagai sineasnya dan tentu saja selain DOP, Faozan yang kerap disapa om Pao juga sebagai penulis skenario yang siap menguras air mata penonton akan perjuangan Qori/Tahfidz, Jafar (Dimas Seto) sepeninggal sang ayah jadi jawara di ajang MTQ nasional.

Selain itu menarik untuk Anda ketahui keterlibatan para aktor seperti Dimas Seto sebagai Jafar, Elyzia Mulachela asal Pulau Lombok sebagai Anisa, Henidar Amroe sebagai ibu Jafar, Mathias Muchus sebagai ayah Jafar, Meriza Febriani sebagai Azizah, Ibnu Jamil sebagai Satori dan beberapa pemain asal Lombok, Mataram.

Apalagi keterlibatan aktor dan aktris cilik dari Lombok, Mataram yang memang jadi juara MTQ tingkat nasional yaitu Nasron Azizan sebagai Jafar kecil dan Anisa sebagai kecil diperankan Amira Syakira yang keduanya masih berusia 8 tahun.

"Film ini akan mengulas ajang MTQ Nasional dimana seluruh masyarakat di Indonesia sudah mengenal karena telah menjadi agenda tahunan sejak tahun 40-an dan sudah berlangsung 24 kali selain itu yang di lakukan oleh masyarakat di indonesia ini, apalagi ada di tingkat desa, tiap instansi pemerintah dan swasta, wartawan dan lainnya sehingga film ini mempunyai segmentasi penonton yang sangat besar sebagai film kebanggaan Indonesia," jelas Tarmizi Abka sebagai sutradara film Kalam-Kalam Langit.

Sementara itu Dimas Seto sebagai pemeran Jafar dewasa mengatakan bersyukur sekali dan sambil syuting bisa belajar agama lebih mendalam lagi. Saya harus berlatih membaca Al-Quran sesuai tajwid dan tartilnya. Ini menjadi film reliji yang ia nanti-nanti apalagi bisa syuting bersama dengan aktris dan aktor asal Lombok yang dikenal sebagai negeri seribu masjid dengan pemandangannya yang indah.

"Saya berharap semoga film ini menjadi tontonan yang menarik dengan kehidupan para santri yang ikut di ajang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasioal. Dalam film ini saya akan melantunkan ayat fabiayyi alaa 'iraabikumaa tukadzdzibaann (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan) dalam surah ArRahman yang disebut berulang-ulang menjadi ikhtibar manusia disebut al-insaan karena dia sering menjadi pelupa sehingga diperlukan teguran dan peringatan, kedua adalah manusia senantia kufur nikmat dan terakhir adalah melalui surah ini Allah SWT hendak memancing manusia agar berpikir tentang segala nikmat yang telah Allah berikan kepada manusia," papar Dimas santun.

Lain lagi pendapat aktor kawakan Mathias Muchus yang berperan sebagai ayah Jafar."Saya takjub dengan pemeran Jafar kecil, Nasron Azizan atau kerap saya sapa Aziz berakting dengan hatinya lebih natural sebagai aktor cilik dari pulau Lombok sehingga berpotensi sebagai aktor besar atau paling tidak 15 tahun mendatang bisa jadi sutradara kondang asal negeri seribu masjid ini," paparnya saat ditemui redaksi di balai-balai pantai Desa Tempah Lombok Tengah sebelum menuju ke lokasi selanjutnya di Desa Pancor kawasan lain dari Pulau Lombok yang memesona.

Sinopsis:

Dikisahkan Jafar kecil (Nasron Azizan) telah punya potensi menjadi Qori cilik asal Lombok dan saat menjadi remaja diperankan Dimas Seto telah banyak memenangkan kompetisi antar pesantren di kota Cirebon.

Jafar tidak pernah mau dan mendaftar sendiri mewakili pesantrennya. Di pesantren ini, ia bersahabat dengan Annisa, Azizah dan Satori (Ibnu Jamil). Jafar sering terlihat dengan sepedanya pemberian Alm sang ibu (Henidar Amroe) sebagai anak Yatim dengan karakter sang ayah tegas dan disiplin diperankan oleh Mathias Muchus.

Setelah sang ayah juga meninggal dan Jafar menjadi Yatim Piatu, ia kembali ke kampung halaman, apa yang terjadi terhadap Jafar dan apakah jalinan cintanya dengan Azizah akan bertepuk sebelah tangan sementara Annisa diam-diam mencintai Jafar di saat yang sama Satori pun menyimpan benih-benih cinta dengan Azizah. 

Lebih dari kisah percintaan, pesona kota Lombok mengguratkan keutamaan Surah ArRahman akan nikmat berlimpah yang telah diberikan kepada Allah SWT agar kita sebagai manusia tidak kufur nikmat, bisa berfikir akan nikmat tersebut dan terpenting adalah sifat pelupa yang melekat di manusia itu sendiri.
Film ini akan putar perdana saat Syawalan Di Lebaran Idul Fitri 1437 H Mendatang......! Red: Mukafi Niam