::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Institut Keilmuan Zakat Sudan Tawarkan Beasiswa ke Mahasiswa NU

Senin, 19 Oktober 2015 11:01 Internasional

Bagikan

Institut Keilmuan Zakat Sudan Tawarkan Beasiswa ke Mahasiswa NU

Khartoum, NU Online
Institut Keilmuan Zakat Sudan memberikan kabar gembira bagi mahasiswa NU di negara setempat. Lembaga ini menawarkan beasiswa bagi kerja ilmiah seputar zakat. <>

"Kami siap membantu teman-teman mahasiswa yang semisal mau riset tentang zakat dengan memanfaatkan buku-buku, hasil-hasil riset, dan lan sebagainya, yang dapat mendukung," ungkap Syekh Muhammad Ali Badiewi dari Institut Keilmuan Zakat Sudan.

Syekh Ali Badiewi mengungkapkan hal itu pada seminar nasional tentang pengelolaan zakat di Sudan, yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) setempat,  di aula Hight Institute of Zakat Science Sudan, Khartoum, Sudan, Sabtu (17/10) siang.
 
Di akhir seminar, Syekh Ali Badiewi juga menawarkan kerja sama dalam nota kesepahaman kepada PCINU Sudan dalam hal riset ilmiah, pelatihan-pelatihan, dan lain sebagainya.

Para peserta tampak antusias dalam mengutarakan pertanyaan-pertanyaan dalam sesi tanya jawab kepada kedua pembicara, Syekh Muhammad Ali Badiewi dan syekh Ahmad Ali as Sa'ury dari Dewan Zakat Sudan.

Sebelumnya, moderator  seminar menyebutkan fakta kemajuan dewan zakat di Sudan dari negara-negara muslim dunia lainnya. Ia mengutip perkataan al-Qardlawi ketika berkunjung ke Sudan, bahwa dewan zakat di Sudan sudah bertransformasi dari at-tajribiyah (eksperimen) menjadi al-masiroh (beroperasi), yang satu langkah lebih maju dari negara-negara lainnya.

Duta Besar RI untuk Sudan Burhanuddin Badruzzaman yang juga hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi terselenggaranya forum ilmiah tersebut. "Acara seperti ini sangat tepat sekali untuk kemudian dipelajari landasan dan penerapan sebagaimana tema yang diangkat untuk kemudian diamalkan ketika pulang di Indonesia, mengingat potensi zakat sangat besar sekali di Indonesia," katanya. (Yerrisyaf/Mahbib)