Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Angka Stunting Capai 42,7 Persen, Pemkab Brebes Punya PR

Kamis, 22 Oktober 2015 00:05 Daerah

Bagikan

Angka Stunting Capai 42,7 Persen, Pemkab Brebes Punya PR

Brebes, NU Online
Jumlah warga yang mengalami stunting di kabupaten Brebes masih tinggi. Angkanya mencapai 42,7 persen dari 1,7 juta penduduk Brebes. Hal ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi masyarakat Brebes yang kronis yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Anak yang stunting tidak hanya memiliki fisik lebih pendek dibanding anak-anak sehat dengan fungsi kognitifnya terganggu. Akibatnya prestasi sekolah juga tidak maksimal.
<>
Demikian disampaikan Sekretaris PP Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dr Citra Fitri Agustina (Cifi) saat diskusi publik bersama Anggota DPRD Brebes di ruang Komisi IV DPRD, Rabu (21/10).

Untuk itu, Cifi meminta Anggota DPRD Brebes membantu masyarakat dengan sepenuh hati menurunkan angka stunting di Brebes. Ia berharap mereka berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Brebes.

Di Brebes, lanjut Cifi, PP LKNU bekerja sama dengan UNICEF telah melakukan intervensi di 35 desa dari 5 kecamatan, kabupaten Brebes. Upaya yang telah dilakukan untuk mendukung pencegahan stunting antara lain telah melatih 110 tokoh agama pada 2012-2013.

Pada tahun 2015 sebanyak 130 kiai dan nyai yang tersebar di 35 desa intervensi. “Mereka bertugas untuk melakukan penyuluhan dan menggerakan komunitas jamiyah, maupun jamaah di majelis taklim serta mendukung penyuluhan di Keluarga Sangat Miskin (KSM) PKH,” tutur Cifi.

LKNU dan PCNU mengajak tokoh agama dan medesak Pemkab Brebes memberikan perhatian penuh upaya pencegahan stunting. Namun selama tiga tahun melakukan intervensi di 35 desa intervensi dan pada tahun 2015 program tersebut telah berakhir.

Untuk itu, perhatian dan komitmen Pemkab Brebes untuk melanjutkan program tersebut yang diwujudkan melalui kebijakan konkret. Antara lain, mengalokasikan dana bantuan keuangan bagi kader yang semula Rp 200 ribu pertahun meningkat menjadi Rp 400 ribu per tahun pada 2016.

Pemkab setempat harus mengusahakan setiap posyandu memiliki alat pengukur tinggi badan, panjang badan dan sarana pendukung lainnya guna memudahkan pengukuran tumbuh kembang anak di Brebes. Mereka juga perlu menambah lagi desa-desa intervensi di luar 35 desa yang sudah dilakukan intervensi.

Wakil Ketua DPRD Brebes Nasirul Umam sepakat untuk terus meningkatkan upaya nyata dalam peningkatan gizi dan pencegahan stunting, memberikan dukungan penganggaran yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak, sekaligus upaya pencegahan stunting di Brebes. Dan membantu semua pihak yang ingin turut serta berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat baik secara moril maupun materil baik berupa regulasi maupun aksi nyata di masyarakat.

“Namun semua itu bisa dilakukan tidak ujug-ujug (semudah membalikan telapak tangan), perlu proses melalui mekanisme penganggaran yang berlaku,” tandasnya.

Komitmen tersebut ditanda tangani oleh 5 anggota Dewan yakni Nasirul Umam, Musafa, Imam Royani, Ghofar Mughni, dan Musthollah. Mereka akan terus mengawal dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, demi pencapaian kesejahteraan dan kemaslahatan umat. (Wasdiun/Alhafiz K)