::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muslim di Tiongkok juga Lakukan Tahlilan dan Ziarah Kubur

Sabtu, 31 Oktober 2015 12:01 Internasional

Bagikan

Muslim di Tiongkok juga Lakukan Tahlilan dan Ziarah Kubur

Xiamen, NU Online
Rombongan PWNU Jatim yang melakukan kunjungan ke Tiongkok, diawali dengan ziarah ke makam murid sahabat Sa’ad bin Abi Waqash. Ketika berada di area makam tersebut ternyata sejumlah jamaah muslim setempat sedang membacakan tahlil seperti layaknya di tanah air.<>

Pengalaman ini disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdurrahman Navis kepada media. "Selama di pemakaman tersebut, mereka  membaca al-Qur'an dan berdzikir seperti layaknya tahlilan di tanah air," katanya, Jumat (30/10). Rombongan juga terlihat sangat khusyuk saat membaca doa.

Yang menarik, saat rombongan dari PWNU Jatim yang terdiri dari KH Anwar Manshur (Pjs Rais Syuriah), H Ahmad Shiddiq (Wakil Ketua), Prof Ach Muzakki (Sekretaris), H Misbahul Munir dan H Husnul Yaqin (Wakil Sekretaris), ikut melakukan tahlil, ada jamaah yang membagikan uang Negara setempat, yakni Yuan kepada seluruh peziarah yang berada di area pemakaman. "Semua dapat bagian, dan setelah saya hitung ternyata jumlah yang saya terima 30 Yuan," kata Kiai Navis, sapaan akrabnya.

Bahkan sejumlah rombongan dari tanah air yang tidak ikut tahlilan, namun berada di lokasi makam  juga mendapatkan "bisyarah" atau amplop yang sama. "Kawan dari Muhammadiyah yang saat itu tidak ikut tahlilan malah ada yang dapat 60 Yuan," terangnya.

Bagi Kiai Navis, soal berapa "bisyarah" yang diterima jamaah, mungkin jumlahnya sangat relatif. "Namun yang perlu dicatat adalah tradisi ziarah kubur di komunitas muslim Tiongkok ternyata telah berlangsung lama dan dijaga dengan baik, hal ini tentu saja sangat membanggakan,” ungkapnya.

Dengan ditemukannya fakta ini, berarti tradisi ziarah kubur tidak hanya ada di Indonesia. "Ternyata kaum muslimin Tiongkok juga mentradisikan ziarah ke makam para sahabat, auliya dan orang yang mereka hormati, khusus para tokoh agama," tandas Direktur Aswaja NU Center Jatim ini. Dengan demikian semakin jelas bahwa ziarah kubur dilakukan oleh mayoritas muslim sunni di berbagai negara, dan bukan warisan atau meniru agama lain.

Tidak hanya itu, persamaan yang ditemukan selama kunjungan. "Saat kami bersilaturahim ke masjid di Kota Xiamen Tiongkok, fasilitas di masjid tersebut juga layaknya di Indonesia," kata dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Di masjid tersebut terdapat mimbar yang menggunakan tongkat untuk bilal dan khatib. "Sedangkan di mihrab masjid juga terdapat tasbih," terangnya.

Pada kegiatan tersebut, rombongan PWNU Jatim bergabung dengan 20 pemuka agama Islam dari propinsi ini. Mereka melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi yang berbuansa agama. Rombongan adalah perwakilan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan MUI Jatim.

Kegiatan yang berlangsung sejak 28 Oktober 2015 hingga 4 November 2015 ini bertujuan membangun silaturahim antara para pemuka agama Islam. (Ibnu Nawawi/Fathoni)


Foto: Suasana di makam murid sahabat Saad bin Abi Waqash di Xiamen Tiongkok.