::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Mustasyar PBNU KH Mahfud Ridwan wafat, Ahad (28/5). PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Madrasah Diniyah Se-Jatim Ikuti Porsadin Perdana

Kamis, 12 November 2015 09:00 Daerah

Bagikan

Santri Madrasah Diniyah Se-Jatim Ikuti Porsadin Perdana

Surabaya, NU Online
Pekan Olahraga dan Seni Diniyah Takmiliyah (Porsadin) tingkat Provinsi Jawa Timur resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf dan Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi. <>

Porsadin yang dilaksankaan pertama kalinya ini, melombakan beberapa cabang olahraga dan seni  di antaranya tahfidz, cerdas cermat, pidato bahasa arab, pidato bahasa Indonesia, kaligrafi, murottal wal imla, qasidah guru, atletik, futsal dan seni pencak silat.

Dalam kesempatan ini, baik Saifullah Yusuf maupun Imam Nahrawi mengimbau peserta agar mengedepankan nilai kejujuran dan sportivitas. "Jangan sampai ngebon (meminjam, red) pemain dari luar Madrasah Diniyah. Itu justru membuat tidak sportif. Karena yang penting di sini kejujuran bukan menangnya," kata Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim di hadapan ratusan hadirin perwakilan Madin dari seluruh kabupaten/kota seluruh Jatim, Rabu (11/11), di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Dalam sebuah kompetisi, Ia menambahkan kalah dan menang merupakan hal biasa. Porsadin sebagai perlombaan yang diikuti oleh santri-santri Madin, justru idealnya memberikan teladan yang baik untuk masyarakat. Di samping berjalan lancar dan aman, pelaksanaan Porsadin harus mengedepankan semangat keislaman sebagaimana dikaji di Madin.

Lebih lanjut, dijelaskan Gus Ipul tujuan utama pelaksanaan Porsadin adalah mengajak santri-santri membiasakan hidup sehat. Olahraga dan berkesenian akan semakin meningkatkan physical happiness atau kebahagiaan fisik para santri. "Jadi santri tidak hanya unggul dari sisi spiritual happiness dan intelectual happiness saja. Namun juga terasah  physical happiness-nya," terangnya.

Gus Ipul berharap ke depan penyelenggaraan Porsadin jauh lebih meriah dan semakin kreatif mengemas berbagai cabang perlombaan. Bahkan secara khusus, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini meminta peserta sejumlah perlombaan menggunakan sarung. "ini kompetisi Madrasah Diniyah. Minimal ada yang khas dan istimewa misalnya sepak bola pakai sarung," usulnya.

Senada dengan Wagub, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi yang juga berkesempatan membuka Porsadin mengatakan ajang Porsadin merupakan momentum menggalakkan olahraga dan kesenian terutama dari santri pesantren. Terlebih belum lama ini, tanggal 22 Oktober telah ditetapkan Pemerintah sebagai Hari Santri Nasional (HSN).

"Pertanda bahwa perhatian pemerintah pusat dan pemerintah Jawa Timur kepada bangun bangkitnya madrasah diniyah nyata bukan sekadar janji. Apalagi anggaran Kemenag sudah ditambah, hal tersebut berarti pemerintah berkomitmen untuk memajukan madrasah diniyah," imbuhnya.

Melalui Liga Santri Nusantara, Imam menerangkan Kemenpora berupaya memberi wadah kepada santri untuk mengeksplorasi kemampuannya di bidang sepak bola. Meski tahun ini hanya diikuti oleh 200 pesantren, tahun depan diupayakan dapat diikuti oleh sebanyak 1000 pesantren dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, potensi lokal sumber daya manusia dari masing-masing daerah merupakan kekayaan yang harusnya dimaksimalkan. Memberikan kepercayaan kepada anak bangsa tanpa bergantung pada pelatih atau pemain asing adalah salah satu cara untuk mengembangkan potensi anak bangsa. "Pasti bisa maju dan mengalahkan prestasi negara-negara lain," ujarnya optimistis.

Selain Wagub dan Menpora, acara yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) ini juga dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Jatim, Guru Madrasah Diniyah, Peserta dan ratusa ulama dan ustad dari berbagai daerah. (Rof Maulana/Mahbib)