::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Akses Siswa Madrasah untuk Kuliah di Jepang Diperluas

Jumat, 20 November 2015 04:30 Nasional

Bagikan

Akses Siswa Madrasah untuk Kuliah di Jepang Diperluas

Jakarta, NU Online
Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah terus berupaya memperluas akses siswa madrasah untuk bisa melanjutkan pendidikan sarjana di Jepang. Untuk itu, Kemenag  akan memperluas kerjasama dengan beberapa universitas di Jepang. <>

Hal ini terungkap pada pertemuan Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan dengan utusan dari beberapa Universitas di Jepang saat berkunjung ke Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (18/11) lalu. Universitas-universitas tersebut adalah Shizuoka University yang diwakili oleh Sakiko Kajino, Tokyo International University diwakili oleh Fitriyani, dan Ritsumeikan APU (Asia Pasific University) diwakili oleh Aki Shiomi. Para perwakilan kampus Negeri Sakura itu menyatakan kesediaan mereka untuk bekerjasama dalam perekrutan alumni-alumni madrasah. demikian dikutip dari laman kemenag.go.id

Dalam pertemuan tersebut,  M. Nur Kholis Setiawan yang didamping oleh Kasi Kelembagaan, Abdullah Faqih mendengarkan penjelasan dari universitas-universitas Jepang mengenai program studi dan beasiswa yang ditawarkan. Shizuoka University misalnya, sudah membuka beasiswa bagi siswa-siswi madrasah untuk bidang Industri, dengan beasiswa full ditanggung kampus sampai lulus. Namun, siswa yang akan mengikuti harus memenuhi persyaratan Bahasa Jepang dasar N4 untuk jurusan IPA dan N3 untuk jurusan IPS.

Aki Shiomi dari Ritsumeikan APU (Asia Pasific University) juga memaparkan komitmennya untuk terus bekerjasama dengan Kementerian Agama dengan tetap membuka peluang-peluang beasiswa untuk siswa-siswi madrasah. 

“Untuk mempersiapkan tawaran-tawaran beasiswa dari Jepang, Kementerian Agama akan mengadakan Pre-University Training, yang menyiapkan lulusan madrasah agar bisa mendapatkan beasiswa dari Jepang,” tutur M. Nur Kholis Setiawan. 

Selain itu, Direktur Pendidikan Madrasah juga berharap agar ada Japan Corner di gedung Kementerian Agama ini sebagai tempat persiapan para siswa madrasah yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang. Red: Mukafi Niam