::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah

Sabtu, 21 November 2015 12:01 Pendidikan Islam

Bagikan

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah

Mengambangkan pendidikan ke arah yang lebih baik merupakan tujuan sebuah lembaga pendidikan, baik madrasah maupun sekolah. Program pengembangan pun bisa dalam berbagai bentuk, tak terkecuali dengan membuka kelas jauh. Hal inilah yang dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas Losari.<>

MTs yang terletak di Jl Raya Limbangan, Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini melakukan program pengembangan madrasah dengan membuka kelas jauh di dua desa, yaitu Desa Karangjunti dan Desa Kalibuntu, Losari yang semuanya dibawah naungan Yayasan Al-Ikhlas.

Di Desa Karangjunti, MTs Al-Ikhlas yang merupakan madrasah di bawah pengelolaan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) ini membuka kelas jauh pada tahun 1992. Hal ini dilakukan agar lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Losari bisa diakses masyarakat.

“Karena MTs Al-Ikhlas merupakan madrasah pertama yang berdiri di Kecamatan Losari sehingga untuk mengambangkan pendidikan madrasah, saat itu kami membutuhkan pengambangan pendidikan Islam di desa-desa lain,” ujar Ahmad Faozi, SPdI, salah satu pengelola MTs Al-Ikhlas kepada penulis.

Setelah berjalan beberapa tahun, Madrasah kelas jauh di Desa Karangjunti akhirnya direlakan oleh MTs Al-Ikhlas untuk membuat yayasan secara mandiri. Hal ini dilakukan karena sarana dan prasarana kelas jauh di desa ini dinilai sudah memadai sehingga akhirnya mendirikan MTs tersendiri dengan nama MTs An-Nur Karangjunti, Kecamatan Losari, Brebes.

Melihat kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang semakin maju, Yayasan An-Nur memandang, bahwa pihaknya sangat perlu mendirikan sekolah kejuruan. Akhirnya diputuskan mendirikan SMK dengan nama SMK An-Nur Losari.

Demikian juga dengan kelas jauh di Desa Kalibuntu, MTs Al-Ikhlas berhasil menarik antusiasme warga desa untuk menyekolahkan anaknya di kelas jauh ini. Murid bertambah banyak, sarana dan prasarana pun berkembang sangat baik sehingga MTs Al-Ikhlas pun harus sudah membuat kelas jauh di Desa Kalibuntu ini untuk dijadikan yayasan secara mandiri. Sebab itulah, kelas jauh ini akhirnya resmi mendirikan MTs dengan nama MTs Nurul Huda Kalibuntu.

Satu visi dengan MTs An-Nur Karangjunti, MTs Nurul Huda juga mengembangkan pendidikannya dengan membuka SMK bernama SMK Nurul Huda Losari. Senada dengan MTs An-Nur, warga Desa Kalibuntu membutuhkan lembaga pendidikan dimana anak-anaknya mendapat keterampilan untuk menatap dunia kerja dan dunia usaha.

“Jujur, secara kuantitas, justru murid di MTs An-Nur dan MTs Nurul Huda jumlahnya lebih banyak dibanding MTs Al-Ikhlas sebagai pemrakarsa. Begitu juga dengan pendirian SMK, Yayasan Al-Ikhlas malah lebih belakangan dibanding mereka. Namun demikian, antusiasme warga di sini cukup tinggi,” ungkap Faozi.

Sejarah singkat MTs Al-Ikhlas Losari

Desa Limbangan merupakan salah satu daerah di pesisir pantai utara, selain Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Pengabean. MTs Al-Ikhlas merupakan madrasah pertama yang didirikan di Kecamatan Losari atas swadaya masyarakat pada tahun 1984 sehingga warga dari empat desa tersebut mempunyai tempat untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Islam. Bahkan hingga sekarang, MTs Al-Ikhlas masih menjadi pilihan utama warga setempat.

Karena lahir dari swadaya masyarakat, madrasah ini juga terus berusaha membantu masyarakat agar anak-anaknya tidak terbebani dengan biaya madrasah. Selain itu, madrasah ini juga tidak terlepas dengan tradisi dan budaya lokal. Pendidikan agama pun terarah agar peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan amaliyah-amaliyah keagamaan yang telah mengakar di masyarakat. Sampai saat ini, MTs Al-Ikhlas telah mencetak 27 angkatan. 

Madrasah berprestasi

Sejak berdiri 31 tahun lalu, MTs Al-Ikhlas terus berusaha mencetak generasi-generasi berkualitas secara pengetahuan dan akhlak. Menurut penuturan Ahmad Faozi, tahun 2015, MTs Al-Ikhlas berhasil meraih juara pertama dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat pelajar Kabupaten Brebes.

Selain itu, Gerakan Pramuka MTs Al-Ikhlas Losari juga dipercaya oleh Pengurus Cabang LP Ma’arif NU untuk mewakili Kabupaten Brebes dalam Perkemahan Gabungan Ma’arif Nasional (Pergamanas) tahun 2014 di Pondok Pesantren Kempek Palimanan Cirebon.

Untuk terus meningkatkan prestasi dan menggali potensi peserta didik, MTs Al-Ikhlas membuka ekstrakurikuler, seperti Pencak Silat, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama, Pramuka, Paskibra, PMR, Qiro’atul Qur’an, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan berbagai keterampilan lain untuk melestarikan budaya lokal, seperti Tari Topeng Losari. (Fathoni)