::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim

Sabtu, 28 November 2015 18:02 Internasional

Bagikan

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim

Kuala Lumpur, NU Online
Berbeda dengan camp pertama yang diadakan di sebuah villa, camp ibadah kedua Muslimat  NU Malaysia kali ini berjalan cukup sederhana. Kamis, (26/11) lalu, Al Nurhayati, Ketua Panitia Kem yang juga anggota Seksi Bidang Pendidikan dan Kaderisasi mengatakan, pihaknya sengaja memilih home stay sederhana seperti ini untuk menghemat dana.<>

Program yang berjalan pada 22-27 November 2015 ini juga ditempatkan di Ampang, yang masih menjadi bagian wilayah Kuala Lumpur. “Kalau di sini (Ampang) kan semua orang tua dan tamu menjadi mudah mengunjungi anaknya,” lanjut Al Nurhayati yang juga setiap hari standby menjadi juru masak di camp.

Kem kali ini juga lebih menekankan paritisipasi anak yatim. Jika setiap peserta dikenakan iuran sebesar RM 200, maka semua peserta dari anak yatim dibebaskan sepenuhnya. “Untuk iuran anak-anak yatim yang lima jumlahnya, sepenuhnya ditanggung oleh sumbangan kolektif ibu-ibu Muslimat,” kata Mimin Mintarsih, Ketua Muslimat Malaysia.

Dari sisi bahan ajar, para peserta diberi materi yang cukup sederhana. “Kami hanya fokus pada tiga hal, yaitu fiqih, tajwid, dan akhlaq,” kata Yandi Purnama, mahasiswa master International Islamic University Malaysia (IIUM), yang kali ini menjadi fesi program. 

“Dari sisi materi, memang terlihat sederhana. Tapi kali ini kita ingin fokus pada sisi tashih (koreksi) dan praktiknya, yang kenyataannya tidak semua anak-anak bisa,” tambah Thoat Hamim, Fesi lain yang juga mahasiswa IIUM.

Camp yang diikuti oleh 18 anak ini ditutup dengan pembagian hadiah dan berbagai pertunjukan. Tiga pelajar terbaik, baik dari lelaki maupun perempuan diberikan masing-masing sebuah piala. Setelah itu, anak-anak juga menampilkan shalawat yang berjudul ya badratin.

Selain itu, Camp ini juga diharapkan menjadi media khidmah dan pemersatu para ibu Muslimat. “Tidak semua anggota muslimat ini paham terhadap agama. Dengan program ini, kita berusaha untuk menarik dan mengajari para ibu Muslimat secara perlahan-lahan,” harap Mimin Mintarsih mengakhiri wawancara. (Aziz/Fathoni)