::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Roudlatul Falah Pamotan, Rembang KH Ahmad Tamamuddin Mundji::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dua Pengusaha Jepang Masuk Islam di PBNU

Rabu, 09 Desember 2015 16:00 Nasional

Bagikan

Jakarta, NU Online
Dua pengusaha Jepang bernama Ogawa Hideo (65) dan Suzuki Nobukazu (65) yang juga kelahiran 1950 resmi memeluk agama Islam di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (9/12). Keduanya dibimbing membaca syahadat oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Proses pembacaan syahadat yang berlangsung di lantai 3 PBNU tersebut, disaksikan oleh Ketua PBNU KH Hasyib Wahab, Bendahara PBNU H Bina Suhendra,  dan pengurus-pengurus NU lain.  

Setelah memeluk Islam, Kiai Said menambahkan Ahmad di depan nama Ogawa dan Muhammad untuk Suzuki. Keduanya menerima dengan tersenyum, mengangguk-angguk, sambil mengulang-ulang lafal nama depan barunya tersebut.

Kiai Said mengatakan, dua orang pengusaha Jepang tersebut tertarik masuk Islam dengan kesadaran sendiri, tak ada intervensi siapa pun.

Ia kemudian menjelaskan tentang Islam. Menurutnya, memeluk agama Islam sangat sederhana. Dimulai dengan meyakini adanya Allah, tuhan semesta alam yang hanya satu. Allah tidak punya pembantu, saudara, ayah, anak, dan tempat. Kemudian harus meyakini Nabi Muhammad utusan Allah sebagai nabi terkahir.

“Itu namanya akidah, keyakinan. Selebihnya adalah akhlak. Kalau bicara akhlak, semua agama sama. Setiap agama mengharuskan jujur, tidak pernah bohong, membantu orang tua, hormat orang tua, guru,” kata kiai asal Cirebon tersbut yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang.  

Kiai yang akrab disapa Kang Said ini menambahkan, Islam memiliki kitab suci sebagai sumber ajaran. “Kitab sucinya Al-Quran, tidak pernah berubah sepanjang abad. Islam itu dalam Al-Quran menyebutkan bahwa Islam membawa rahmat, perdamaian, kemajuan, puncaknya kemanusian. Yang terjadi di Timur Tengah (kekerasan dan peperangan, red.) itu tidak memcerminkan Islam yang benar. ISIS bertentangan dengan Islam,” jelasnya.

Ia menambahkan, memeluk agama Islam berarti juga harus menghormati pemeluk agama lain. Nabi Muhammad ketika mendirikan negara Madinah, di situ terdapat umat Muslim, Yahudi, dan agama-agama lain. Mereka diberlakukan sama dan adil di hadapan hukum. “Nabi bersabda, jika memusuhi nonmuslim, berati memusuhi saya,” kata Kang Said menirukan sabdi Nabi.  

Kedua warga Jepang itu, baru seminggu berada di Indonesia. Keduanya adalah pengusaha dalamm perikanan. Ia berjalan-jalan ke pantai-pantai dan laut. Kebetulan ia ditemani salah seorang pengurus NU yang terampil bahasa Jepang.

Di tengah perjalanan itu, pengurus NU tersebut menyebutkan, bahwa rata-rata para nelayan tersebut berafiliasi dengan NU. Mendengar hal itu, kedua warga Jepang ingin menjadi anggota NU. Saat itu pula ia berniat memeluk Islam.

“Merasa menyatu denga ajaran Islam setelah saya mempelajarinya. Ajarannya sama saja dengan di Jepang. Tuhannya berbeda,” kata salah seorang dari mereka dalam bahasa Jepang. Ia berniatkan akan menyebarkan Islam di Jepang. (Abdullah Alawi)