::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kader NU Pakistan Raih Doktor Bidang Biologi Molekuler

Jumat, 18 Desember 2015 10:00 Internasional

Bagikan

Kader NU Pakistan Raih Doktor Bidang Biologi Molekuler

Lahore, NU Online
Prestasi menggembirakan diraih oleh kader Nahdlatul Ulama di Pakistan, Agung Nugroho Puspito. Mahsasiswa Pascasarjana Fakultas Life Science, Universitas Punjab Lahore, Pakistan, ini berhasil meraih gelar doktor di bidang biologi molekuler.
<>
Agung merupakan orang Indonesia pertama yang meraih gelar tersebut di Pakistan. Capaian itu ia peroleh setelah sukses mempertahankan desertasinya yang berjudul  “Genetic Improvement of Cotton For Herbicide and Bollworm Tolerances” di hadapan para dosen pengujinya, pada Selasa (15/12) lalu.

Pada sidang yang diuji oleh Prof Dr Tayyab Husnain itu, Agung dalam desertasinya menjelaskan bahwa riset yang ia buat pada dasarnya adalah untuk mengurangi biaya produksi pada budidaya tanaman kapas. Dengan perkembangan riset ini kita dapat menghasilkan crystal protein yang mampu membunuh serangga seperti ulat, dan lainnya.

Cara yang digunakan adalah dengan mentransfer 2 DNA pregulasi crystal protein (Cry1Ac+Cry2A) pada tanaman kapas. Ketika serangga menyerang kuncup kapas, dan memakan sedikit daun kapas, maka ia akan mati dalam hitungan beberapa jam saja, tanpa perlu kita menggunakan insektisida. “Dengan demikian kita akan menghemat uang produksi sebesar 66 juta USD untuk insektisida di seluruh dunia,” lanjut pria asal Probolinggo ini.

Agung memaparkan, terobosan Cp4 EPSPS (DNA sintetik  yang mampu membuat tanaman kapas kebal glyphosate) dapat membuat tanaman kapas tetap hidup walaupun terkena zat kimia seperti herbisida glyphosate. Dengan demikian tanaman pengganngu di sekitarnya akan mati tanpa harus menghiraukan keselamatan tanaman kapas, itu artinya kita dapat mereduksi 30 persen kerugian yang disebabkan oleh gulma.

Di akhir, tim penguji memberikan prakata dan pesan untuk keder NU ini yang diawali dengan berdiri dari duduknya kemudian menyampaikan, “Anda Doktor sekarang, selamat!”. Ti penguji memberikan nasihat Agung untuk terus berusaha menjadi ilmuwan yang inovatif dan tangguh.

Sementara Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Pakistan Zulfikri Hasibuan tidak bisa menutupi kegembiraannya dengan hasil ini. “Alhamdulillah, penantian panjang dan melelahkan Mas Agung telah tercapai, jarang-jarang ada kader NU yang menjadi doktor di bidang biologi, semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk nusa, bangsa dan agama” ungkapnya dan disambut amiin oleh Agung.

Desertasi setebal 180 halaman ini disidangkan di Auditorium National Centre of Excellence in Molecular Biology, University of the Punjab, Lahore dengan dihadiri oleh para dosen dan beberapa guru besar serta hampir seluruh kepala laboratorium di Universitas Punjab. Sidang yang dimulai pukul 14.00 waktu setempat itu dihadiri oleh beberapa mahasiswa Indonesia maupun Pakistan. (Red: Mahbib)