::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Roudlatul Falah Pamotan, Rembang KH Ahmad Tamamuddin Mundji::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Android NU yang Sensitif

Sabtu, 19 Desember 2015 14:01 Humor

Bagikan

PCNU di sebuah Kota menetapkan bahwa seluruh pengurus diwajibkan memiliki HP Andorid. Hal ini dimaksudkan agar komunikasi antar-pengurus lebih efektif dan efisien. Karena dengan HP Android, pengurus tidak hanya bisa telepon atau SMS saja, tetapi juga bisa posting gambar, mengirim file hingga broadcast hal-hal penting yang harus segera diketahui bersama.<>

Karena sudah menjadi suatu keharusan dan demi kelancaran tugas tugas organisasi  Pak Samad  akhirnya meminta anaknya untuk membelikannya HP Android. 

Suatu hari menjelang tidur siang, Pak Samad terganggu oleh bunyi pesan HP barunya. Berkali-kali bunyi itu terdengar, maklum saja Pak Samad sudah masuk dalam grup Telegram PCNU yang beranggotakan puluhan orang.  

Aplikasi telegram pun dibukanya dan tampillah beberapa pesan dari rekan-rekan pengurus. Dari sekedar menulis “ wkwkwkwkwk”, “He he he he”, “Astaghfirullah.., Pak Samad...”,  hingga pertanyaan menggoda lainnya. Pertanyaan serius datang dari Rais Syuriyahnya

“Foto apa itu Pak Samad..?”.

Dalam keadaan malu campur bingung pak Samad menjawab sekenanya dengan menulis pesan;

“Itu Android NU...”

Pak Samad teringat ketika melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid tadi. Selesai shalat, ia mengambil HP-nya dan alangkah kagetnya saat melihat sebuah foto muncul di layar HP Androidnya. Pak Samad pun bermaksud menghapus foto itu dengan mengklik dialog-dialog yang tampil. Padahal ia sendiri belum menguasai seluk beluk HP Android. 

Apa yang dilakukan Pak Samad tersebut bukannya menghapus foto itu tetapi justru membuat sang fototer kirim ke grup Telegram PCNU-nya dan dilihat oleh seluruh anggota. 

Rupanya karena terburu-buru mengejar raka’at pertama waktu shalat berjamaah tadi, Pak Samad secara tidak sengaja meletakkan HP Androidnya di antara dua kakinya yang kebetulan hanya menggunakan kain sarung dengan posisi kamera menghadap ke atas. 

Karena saking sensitifnya HP sehingga tanpa disadari oleh si empunya, kamera HP Android itu bekerja dengan sendirinya, kamera super canggih itu mengabadikan obyek dalam sarung. (Hosni Rahman)