Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Khofifah Ajak Anak Muda Rayakan Tahun Baru Tanpa Miras

Sabtu, 26 Desember 2015 05:00 Nasional

Bagikan

Mojokerto, NU Online
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat, terutama kaum muda, untuk merayakan pergantian tahun tanpa meminum minuman keras (miras).
<>
"Bapak dan ibu, janji kita rayakan tahun baru tanpa miras oplosan. Ini perlu diingatkan, terutama untuk anak-anak muda," kata Mensos di depan ribuan masyarakat Mojokerto yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Mojokerto, Jawa Timur.

Ia mengatakan ada kebiasaan kalau sudah mendekati tahun baru persiapannya miras oplosan. Kebiasaan itu yang diminta untuk benar-benar dihilangkan mengingat bahayanya berujung pada kematian. 

Sebelumnya, dihadapan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Mojokerto, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta Muslimat NU Jawa Timur melakukan dakwah bahaya minuman keras (miras) dan pergaulan bebas, terutama kepada remaja.

Tingginya angka kehamilan tidak diinginkan, ia mengatakan banyak memicu penggunaan obat peluntur kehamilan di kalangan perempuan yang justru meningkatkan angka kelahiran tidak diinginkan.

"Saya dikirimi foto oleh Prof Nasaruddin Umar dengan anak perempuan yang diberi nama sama dengan saya dan mengalami disabilitas karena ibunya gunakan obat peluntur kehamilan sehingga justru kelahirannya tidak normal," ujar dia.

Kondisi ini, ia mengatakan menjadi PR bagi Muslimat NU bahwa dakwah yang dilakukan harus bisa sampai kepada masyarakat. "Kadang ini tidak jadi fokus dakwah kita. Makanya peta baru dakwah yang bisa kuatkan konstruksi sosial di masyarakat".

Sedangkan terkait konsumsi miras oplosan, ia mengatakan beberapa waktu kalau menanyakan langsung kepada Menteri Kesehatan dampak dari konsumsi minuman beralkohol oplosan terhadap anak-anak muda.

"Alkohol oplosan yang kadarnya menjadi tidak karuan justru membekukan aliran darah dengan cepat, dan jika bagian jantung terkena langsung meninggal. Dampaknya paling cepat terkena di mata, dan jadi buta permanen," ujar Khofifah.

Kementerian Kesehatan mencatat 10--13 orang buta permanen dalam sebulan karena konsumsi miras oplosan, kata Mensos. Karena itu, menjadi pekerjaan rumah semua untuk bisa membuat konsumsi miras hilang. (Antara/Mukafi Niam)