::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ansor Pamekasan Dorong Dana Desa untuk Program Padat Karya

Sabtu, 26 Desember 2015 15:03 Daerah

Bagikan

Pamekasan, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pamekasan, Madura mendorong miliaran anggaran desa dimanfaatkan buat program padat karya. Hal tersebut selaras dengan penegasan dari pihak Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Johozua M Yoltuwu saat berkunjung ke Pamekasan pekan lalu.<>

Saat turba (turun ke bawah) ke para pemuda dan masyarakat desa di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (26/12), Ketua GP Ansor Pamekasan Fathorrahman menegaskan, dana desa (DD) merupakan anggaran yang hanya bisa digunakan untuk peningkatan daerah pedesaan, baik infrastruktur jalan, maupun pembangunan yang bisa memberikan manfaat terhadap masyarakat.

Menurutnya, pembangunan balai desa maupun tempat ibadah, dapat dibangun menggunakan anggaran tersendiri. Sebab, pembangunan fasilitas desa itu, sudah teranggarkan dengan sumber anggaran yang berbeda. Sumber anggaran untuk pembangunan fasilitas seperti balai desa, masjid maupun mushalla, teranggarkan melalui peran Dirjen Bina Pemerintahan Desa. 

Dengan demikian, tekan Fathorrahman, alangkah baiknya anggaran dana desa digunakan untuk pembangunan pedesaan dalam bentuk padat karya atau pembangunan sumber daya manusia (SDM) di level pedesaan. Pihaknya mewanti-wanti agar setiap kepala desa (kades) tidak sembarangan menggunakan anggaran yang masuk ke rekening desa.

"Kita minta supaya jangan dipakai untuk membangun kantor desa atau juga untuk bangun rumah ibadah. Karena biayanya tersendiri melalui peran dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa pada Kementerian Dalam Negeri," ucap pria yang juga tercatat sebagai Dosen Universitas Madura tersebut.

Dia menekankan, penggunaan dana desa harus tepat sasaran. Yakni, sebagai pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, dalam alokasi kegiatan untuk peningkatan SDM di level desa, bisa terealisasi dengan menggelar program pelatihan-pelatihan dan pemberdayaan ekonomi produktif. (Hairul Anam/Fathoni)