Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Hj Fatimah, ibunda Ketua PBNU H Imam Aziz, wafat Jumat (24/2) pukul 17.15 WIB di Pati, Jawa Tengah ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Khataman Al-Qur'an Awali Haul Gus Dur di Ciganjur

Sabtu, 26 Desember 2015 16:30 Nasional

Bagikan

Khataman Al-Qur'an Awali Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, NU Online
Khataman Al-Qur'an 30 juz mengawali rangkaian peringatan Haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berpusat di rumah keluarga di Jalan Warung Sila 10 Ciganjur Jakarta Selatan sejak Sabtu (26/12) pagi. Khataman bil ghoib (hafalan) diadakan di lima titik.<>

Grup pertama mengkhatamkan Al-Qur'an di Masjid Al-Munawwarah depan rumah keluarga. Mereka adalah para hafidz dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta dan Jam'iyyatul Qurra' wal Huffadz (JQH) NU Depok dan santri Pesantren Ciganjur.

Dua grup penghafal putri dari Institul Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta mengkhatamkan Al-Qur'an di rumah keluarga Gus Dur. Dua grup lainnya di gedung SDIT Abdul Wahid Hasyim dan asrama Pesantren Ciganjur.

Khataman Al-Qur'an berlangsung sampai Sabtu malam menjelang acara puncak peringatan Haul ke-6 Gus Dur.

Menurut Ketua Ta'mir Masjid Al-Munawarah H Syaifullah Amin, khataman A-Qur'an ini rutin diadakan sejak haul pertama Gus Dur.

"Setiap bulan atau tepatnya di malam Rabu Pahing atau hari kelahiran Gus Dur juga diselenggarakan khataman Al-Qur'an bil ghoib 30 juz," kata Amin.

Ditambahkan, tradisi khataman Al-Qur'an ini dirintis oleh murid Gus Dur sekaligus pemangku pertama Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan istrinya Lilik Ummi Kaltsum, dua-duanya penghafal Al-Qur'an, sejak Gus Dur masih ada dan berlanjut sampai sekarang.

Sementara itu puncak acara Haul ke-6 Gus Dur Sabtu malam akan dihadiri KH Ma'ruf Amin, KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siroj, Habib Luthfi, serta sejumlah kiai dan habaib, pejabat pemerintahan dan tokoh lintas agama. (Anam)