::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Kamis, 31 Desember 2015 12:00 Nasional

Bagikan

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj memberikan arahan kepada Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu) untuk mendampingi dan memberi pemahaman agama bagi jamaah umrah dan haji Indonesia.
<>
Kelompok ekstrem memanfaatkan momen ketika para jamaah haji dan umrah datang ke Arab Saudi untuk menyebarluaskan ideologi mereka. Untuk itu, Kiai Said mengatakan Asbihu mesti berperan baik terutama bidang pelayana keagamaan bagi Nahdliyiin. Apalagi, berdasarkan Lembaga Survei Indonesia (2013) jumlah warga NU mencapai 36,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

"Barang tentu para jamaah haji dan umrah itu, warga NU banyak," kata Kiai Said dalam acara  pengukuhan Pengurus Pusat Asbihu di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/12).

Lebih lanjut, dosen pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta ini mengatakan jangan sampai sepulang dari Arab mereka menyebarkan paham ekstrem, apalagi memusuhi amalan-amalan NU seperti yasinan, tahlilan, ziarah kubur, dan lain sebagainya.

"Perang era sekarang adalah perang ideologi, untuk itu kita harus lawan juga dengan memberi pemahanan yang berimbang," katanya.

Selain persoalan agama, Kiai Saaid juga meminta Asbihu NU memperhatikan sektor pengelolaan bisnis haji dan umrah ini. Ia meminta Asbihu NU untuk meningkatkan kualitas pelayanan tidak saja dalam kenyamanan perjalanan, tetapi juga penginapan dan makanan para jamaah. Selama ini, katanya, orang luar menganggap, NU selalu gagap dalam mengelola manajemen bisnis.

"Untuk itu kita buktikan bahwa NU juga bisa dan profesional," pungkas pengasuh Pesantren Atsaqofah Ciganjur ini. (Faridur Rohman/Mahbib)