::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

BNPT Ingatkan, Ancaman Terorisme Belum Berakhir

Rabu, 06 Januari 2016 19:01 Nasional

Bagikan

Jakarta, NU Online
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution menyatakan ancaman terorisme belum akan berakhir bila tujuan dari kelompok radikal untuk membentuk Daulah/Khilafah Islamiyah belum terwujud.<>

"Masyarakat sendiri, termasuk para ulama, bersifat apatis. Hal itu tentunya akan menyuburkan dan memberi ruang bagi berkembangnya aksi radikalisme dan terorisme," katanya di Gedung Pelatihan BNPT, Sentul, Bogor, Rabu.

Saud mengemukakan hal itu saat melantik Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir sebagai Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT menggantikan Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPT juga melantik Brigjen TNI R Gautama Wiranegara sebagai Sestama BNPT menggantikan Mayjen Abdul Rahman Kadir.

Sebelumnya, Gautama menjabat sebagai Direktur Kontra Separatis pada Deputi III Badan Intelijen Negara (BIN).

Pejabat lain yang dilantik adalah Brigjen Pol Mohammad Syafii sebagai Direktur Pembinaan Kemampuan pada Deputi II BNPT menggantikan Irjen Pol Petrus Golose yang saat ini menjabat sebagai Deputi III bidang Kerja sama Internasional BNPT.

Saud menekankan bahwa akar masalah radikalisme dan terorisme berdasarkan dari hasil penelitian ilmiah dan pengalaman penanganan kasus radikalisme dan terorisme adalah ketidakadilan, dendam, ketidakpuasan, kesenjangan sosial, kemiskinan dan pemahaman ideologi/radikalisme.

"Saya berpesan kepada para pejabat baru agar lebih fokus kepada kegiatan yang tepat guna, tepat sasaran, akuntabel, dan terukur dengan start yang bagus di awal tahun 2016," kata alumni Akpol 1981 itu.

Mantan Deputi I BNPT yang kini menjadi Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengakui masih banyak kekurangan selama ia bertugas. Ia berharap semua program dilanjutkan dan ditingkatkan. 

Ia yakin dengan kepemimpinan yang baru aspek pencegahan akan menjadi sebuah konsep negara karena lebih bagus mencegah daripada menindak.

"Sekarang ini yang paling bahaya paham teror atau paham kekerasan. Karena paham itu tidak bisa dibendung, bisa menembus tembok, negara, dan apa saja. Itulah yang menjadikan fungsi pencegahan sangat penting agar tidak terjadi aksi terorisme," kata Agus.

Semasa menjabat Deputi I BNPT, Agus menjalankan konsep "Pencegahan Semesta" yang menjadikan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utamanya.

Sementara itu, Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir mengakui tantangan dalam pencegahan terorisme akan semakin berat. 

"Tantangan itu tentu harus kita hadapi karena itu apa yang sudah dilakukan deputi lama kita akan teruskan dan kita kembangkan yang masih kurang sehingga kita bisa menemukan kesempurnaan dalam pelaksanaan tugas pencegahan," ujar dia. (Antara/Mukafi Niam)