::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lembaga Kajian Institut Bukhari Kembali Gelar Pendidikan Hadits di Sejumlah Pesantren

Kamis, 07 Januari 2016 09:04 Daerah

Bagikan

Lembaga Kajian Institut Bukhari Kembali Gelar Pendidikan Hadits di Sejumlah Pesantren

Tangsel, NU Online
Sebuah lembaga penelitian hadits El-Bukhari Institute (eBI) akan mengadakan pendidikan hadits di Pesantren Darur-Rahman Jakarta. Pendidikan yang rencananya akan berlangsung pada Sabtu mendatang (9/1) ini akan melibatkan sedikitnya seratus peserta.
<>
“Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian agenda tur keliling yang bertajuk Indonesia Mengaji Hadits. Sebelumnya kita sudah mengadakan pelatihan di beberapa pesantren seperti Pesantren Tapak Sunan  Condet,  Pesantren Ar-Raudhah Falah,  dan An-Nida Al-Islami Tangerang,” kata Direktur El-Bukhari Institute Abdul Karim Munte.

Pendidikan ini, menurut Karim, bertujuan memberikan gambaran umum ilmu hadits baik kajian sanad maupun matan hadits, memberikan penyadaran kepada peserta didik perihal pentingnya kajian hadits, dan memberikan motivasi kepada santri supaya tertarik mempelajari hadits secara serius.

Ketua panitia tur keliling Yunal Isra menambahkan, pendidikan kali ini tidak kalah seru dibanding dengan pendidikan yang pernah dilakukan sebelumnmya. Ia menyatakan, sebagian metode dan materi dari pendidikan sebelumnya terus dibenahi mengingat peserta pendidikan kali ini adalah pelajar tingkat aliyah.

“Kami akui, ilmu hadits memang terkesan susah. Tetapi kami berusaha agar materi dan konsep pendidikan dikemas sekian rupa sehingga hingga mudah dipahami. Kami juga membuat game hadits agar peserta pendidikan tidak jenuh,” kata Isra. (Siti Masyithoh/Alhafiz K)