::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dua Misi MTQ Menurut Ketua PC JQHNU Sidoarjo

Kamis, 07 Januari 2016 14:03 Daerah

Bagikan

Dua Misi MTQ Menurut Ketua PC JQHNU Sidoarjo

Sidoarjo, NU Online
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Indonesia dapat dikatakan sebagai seni membaca Al-Qur’an yang sudah menjadi kegiatan rutin dalam bidang keagamaan. Dari cara penyelenggaraannya, ia ingin dimunculkan sebagai sebuah citra bahwa Islam memiliki keistimewaan yang harus dibanggakan dan dilestarikan dengan kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman dan hasanah keilmuan.<>

"Dengan Musabaqah ini memang terjadi saling adu keahlian dan kemampuan yang dimiliki, tetapi sebatas untuk kemajuan pemahaman dan keilmuan Al-Qur’an semata," kata Ketua PC Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Sidoarjo, H Imam Mukozali, Kamis (7/1).

Menurutnya, Setidaknya ada dua misi yang hendak diwujudkan oleh umat Islam berkaitan dengan fenomena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Pertama adalah sebagai syi’ar Islam yang semata-mata adalah karena Allah dengan kata lain untuk mencari ridlo Allah SWT.  

“Kedua, mempunyai tujuan internal dengan menyelenggarakan perlombaan rutin yang memperlombakan jago-jago antarwilayah dari mulai tingkat kecamatan sampai nasional bahkan internasional,” terangnya.

Penyelenggaraan MTQ di tingkat Kabupaten/Kota secara rutin juga dilaksanakan termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Imam mengatakan, Kabupaten Sidoarjo adalah suatu daerah yang mempunyai potensi dan kemampuan sumber daya manusia yang besar, kemampuan dana yang besar, kadang sebagai barometer dari kabupaten/kota yang lain. 

Dari sekian banyak MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur, Kafilah Sidoarjo selalu menjadi jawaranya, bahkan tiga kali secara berturut-turut menyabet piala bergilir.

"Namun, dalam kesinambungannya masih memerlukan persiapan dan pembinaan secara maksimal sehingga hasilnya akan sangat menggembirakan. Hasil maksimal memang sebuah beban bagi daerah yang sering juara. Namun, lebih penting dari itu adalah bagaimana mengejawantahkan atau mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita," tandas Imam. (Moh Kholidun/Fathoni)